KOBA — Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman menyebut persoalan genangan yang kerap melanda Kelurahan Berok saat hujan intensitas tinggi sudah jelas penyebabnya. Berdasarkan peninjauan langsung bersama Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN), ditemukan sedimentasi pasir di sejumlah saluran drainase mencapai 20 sentimeter.
"Kondisi tersebut kami temukan saat peninjauan ke lapangan bersama BPJN beberapa waktu lalu," kata Algafry di Koba, Selasa.
Bukan Infrastruktur, Tapi Perawatan yang Jadi Masalah
Algafry menegaskan bahwa infrastruktur drainase di kawasan tersebut sebenarnya sudah tersedia. Namun, kapasitas saluran menurun drastis karena pendangkalan dan penyumbatan.
"Faktanya, saluran air yang dibangun banyak ditutup. Sedimentasi pasirnya sudah mencapai 20 centimeter. Air tidak lancar dan ditambah lagi sampah," ujarnya.
Kepala Dinas: Drainase Sudah Ada, Tinggal Dipelihara
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, dan Pertanahan (DPUTRP) Bangka Tengah Fani Hendra Saputra membenarkan temuan tersebut. Menurutnya, drainase di sepanjang jalan nasional sebenarnya telah dibangun, namun perawatan yang tidak rutin membuat aliran air tersendat.
"Drainasenya sudah ada. Tinggal bagaimana dijaga, dipelihara, dan rutin dibersihkan bersama," kata Fani.
Langkah Konkret: Pembersihan Drainase Bareng BPJN
Pemkab Bangka Tengah bersama BPJN langsung bergerak melakukan pembersihan drainase di titik-titik yang terdampak. Langkah ini diambil sebagai upaya pencegahan genangan dan memperlancar kembali aliran air di kawasan Kelurahan Berok.
Algafry pun mengajak warga untuk tidak membuang sampah sembarangan dan rutin membersihkan selokan di lingkungan masing-masing. "Tidak ada yang pelik. Tinggal kesadaran saja. Jangan buang sampah sembarangan dan bersama-sama membersihkan selokan," ujarnya.