TOBOALI — Dua dari lima ekor sapi kurban yang disalurkan Yogi Maulana menjadi perhatian karena ukurannya yang fantastis. Sapi jenis Limosin dan Brahman itu memiliki bobot hingga satu ton, jauh di atas rata-rata sapi kurban pada umumnya.
Yogi Maulana membagikan hewan kurban tersebut ke tiga desa di Kabupaten Bangka Selatan. Rinciannya, tiga ekor sapi untuk Desa Sebagin, satu ekor untuk Desa Ranggung, dan satu ekor lainnya untuk Desa Jelutung II.
Bentuk Syukur dan Komitmen Berbagi
Penyaluran hewan kurban ini merupakan agenda tahunan yang dilakukan Yogi Maulana. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar menjalankan ibadah, tetapi juga bentuk nyata kepedulian terhadap masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang masih penuh tantangan.
"Alhamdulillah, Iduladha tahun ini kami diberi rezeki dan kesempatan untuk berkurban lima ekor sapi. Insyaallah, ini bentuk rasa syukur dan komitmen kami untuk terus berbagi kebahagiaan bersama masyarakat," ujar Yogi Maulana, Sabtu (23/5/2026).
Prioritas untuk Warga Desa
Politisi Partai Gerindra itu memprioritaskan bantuan hewan kurban untuk masyarakat di tingkat desa. Tujuannya agar warga di pelosok dapat merasakan manfaat daging kurban secara merata, tidak hanya terpusat di perkotaan.
"Semoga daging kurban ini nantinya bermanfaat bagi warga di Desa Sebagin, Ranggung, dan Jelutung II. Mari kita jadikan momentum Iduladha ini untuk memperkuat kebersamaan dan saling peduli antar sesama," katanya.
Harapan untuk Mempererat Silaturahmi
Yogi Maulana berharap semangat berbagi dan gotong royong terus tumbuh di tengah masyarakat Bangka Selatan. Menurutnya, Iduladha bukan hanya tentang ibadah kurban, tetapi juga momentum untuk memperkuat solidaritas sosial di tengah warga.
Aksi sosial ini mendapat apresiasi dari masyarakat setempat. Mereka menilai langkah Yogi Maulana sebagai bentuk kepedulian yang konkret terhadap kebutuhan warga di momen hari besar keagamaan.