BELITUNG — Dua perempuan muda asal Bangka Selatan, Zeva Batrisya dan Hesti Kumalasari, sukses mengharumkan nama daerahnya di kancah budaya regional. Keduanya mengantarkan Sanggar Seni Yuwaraja meraih Juara 1 pada ajang Kompetisi Tari dan Musik dalam Festival Budaya Napak Sireh 2026 yang digelar di Pantai Tanjung Pendam, Belitung, Sabtu (23/5/2026) malam.
Penampilan Tari "Hire Barek" yang Memukau Juri
Dalam kompetisi tersebut, Zeva Batrisya, siswi SMP Muhammadiyah Toboali yang masih berusia 13 tahun, tampil sebagai penari tunggal. Ia membawakan tarian berjudul "Hire Barek" dengan penuh penghayatan dan karakter yang kuat.
Gerakannya diiringi langsung oleh Hesti Kumalasari, seorang seniman yang dikenal sebagai pedambus wanita di Bangka Belitung. Hesti aktif dalam melestarikan musik tradisional Melayu dan berperan sebagai komposer tunggal dalam penampilan tersebut.
Kolaborasi antara gerak tari dan musik tradisional yang dibangun secara emosional berhasil memukau dewan juri dan para penonton yang hadir.
Filosofi Tradisi Menginang dalam Tarian "Hire Barek"
Reve, S.Pd., selaku Ketua Sanggar Seni Yuwaraja, menjelaskan bahwa tarian "Hire Barek" memiliki makna filosofis yang mendalam. Tarian ini mengangkat tradisi menginang atau menyirih yang merupakan bagian dari budaya Melayu.
Melalui tarian ini, Sanggar Seni Yuwaraja tidak hanya menampilkan keindahan gerak, tetapi juga memperkenalkan nilai-nilai budaya lokal kepada khalayak yang lebih luas.
Seleksi Ketat dari Belasan Peserta
Kompetisi ini mengusung konsep tari tunggal yang diiringi oleh seorang pemusik sekaligus komposer tunggal. Sebelum tampil di panggung utama, seluruh peserta harus melalui tahapan seleksi kurasi yang ketat.
Dari belasan kelompok yang mendaftar, panitia hanya menetapkan tujuh finalis terbaik untuk tampil di Belitung. Festival ini mempertemukan peserta dari berbagai provinsi, seperti Kepulauan Bangka Belitung, Jambi, Lampung, serta sejumlah provinsi lainnya.