BANGKA TENGAH — Tim PACAK BANG Kabupaten Bangka Tengah melewati dua tahapan awal GovTechAthon 2026, yakni seleksi administrasi dan kurasi. Keikutsertaan tim dalam ajang tersebut membawa harapan agar inovasi yang dikembangkan dari daerah memperoleh ruang, perhatian, serta kesempatan berkontribusi dalam transformasi pelayanan publik berbasis teknologi.
GovTechAthon 2026 menjadi wadah bagi daerah untuk mengajukan gagasan inovasi pelayanan publik berbasis teknologi. Tahap kurasi menentukan apakah sebuah inovasi layak melaju ke jenjang berikutnya atau berhenti sebagai gagasan di atas kertas.
Bagi Bangka Tengah, lolosnya PACAK BANG pada dua tahapan awal bukan sekadar pencapaian administratif. Tahap ini menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan potensi inovasi daerah kepada masyarakat yang lebih luas.
Masyarakat kini menuntut pelayanan publik yang lebih cepat, mudah, transparan, dan responsif. Tuntutan itu menjadikan inovasi sebagai kebutuhan penting dalam tata kelola pemerintahan modern, bukan lagi pelengkap.
Melalui GovTechAthon 2026, inovasi daerah diharapkan tidak berhenti sebagai gagasan. Ajang ini mendorong setiap gagasan terus dikembangkan menjadi solusi yang memberi dampak nyata bagi warga.
Keberhasilan melewati kurasi menempatkan Tim PACAK BANG pada posisi yang menuntut kesiapan unjuk gigi di tingkat nasional. Inovasi yang dibawa harus mampu menjelaskan persoalan warga yang diselesaikan, bukan hanya kecanggihan teknologinya.
Capaian ini sekaligus menjadi bukti bahwa semangat berinovasi di lingkungan pemerintah daerah terus tumbuh. Bangka Tengah bergabung dengan daerah lain yang mencoba membawa solusi lokal ke panggung nasional.
Lolosnya PACAK BANG membuka kesempatan lebih luas bagi inovasi Kabupaten Bangka Tengah untuk dikenal. Namun perjalanan belum selesai: tahap berikutnya menuntut pembuktian bahwa inovasi tersebut benar-benar bisa diterapkan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
GovTechAthon 2026 menjadi ukuran apakah inovasi daerah mampu naik kelas. Bagi Bangka Tengah, hasil kurasi ini adalah modal awal untuk menunjukkan bahwa solusi pelayanan publik bisa lahir dari daerah, bukan hanya dari pusat.