KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — PT Pegadaian menegaskan tidak pernah memungut biaya apa pun dalam seluruh proses seleksi karyawan, menyusul maraknya penipuan berkedok rekrutmen yang mengatasnamakan perusahaan. Direktur Human Capital Pegadaian Tribuana Tunggadewi mengungkap sejumlah modus yang kerap dipakai oknum, mulai dari pembelian tiket lewat agen travel tertentu hingga wawancara daring yang meminta transfer uang.
Paragraf pembuka: Modus penipuan berkedok rekrutmen kian beragam dan menyasar pencari kerja yang tengah berburu peluang. Oknum tidak segan mencatut identitas figur publik hingga perusahaan besar untuk mengincar data pribadi atau uang korban. Pegadaian menjadi salah satu nama yang sering dipakai dalam aksi penipuan semacam itu.
Menurut Tribuana, salah satu modus paling sering ditemui adalah pengiriman surat panggilan wawancara di kantor Pegadaian yang mewajibkan pelamar membeli tiket transportasi atau akomodasi melalui agen travel tertentu. Pelamar diiming-imingi penggantian biaya atau reimbursement agar mau membayar lebih dulu.
Modus lain berupa pendaftaran wawancara daring melalui aplikasi rapat online yang meminta transfer sejumlah uang. "Kami tegaskan bahwa PT Pegadaian (Persero) tidak pernah memungut biaya apapun selama proses seleksi, tidak pernah bekerja sama dengan agen travel mana pun, dan tidak pernah membebankan biaya akomodasi kepada calon pelamar," ujar Dewi dalam keterangannya, Rabu (21/10/2026).
Informasi resmi soal rekrutmen Pegadaian hanya tersedia melalui situs pegadaian.co.id, akun LinkedIn PT Pegadaian, dan Instagram pegadaian_id. Jobseeker diminta tidak mempercayai kanal di luar itu.
Pegadaian membagikan sejumlah langkah agar pencari kerja tidak mudah teperdaya. Pertama, cek sumber informasi. Perusahaan profesional mengumumkan rekrutmen lewat website dan media sosial resmi, termasuk email dengan domain perusahaan, misalnya hrd@[namaperusahaan].co.id.
Kedua, abaikan permintaan uang. Proses rekrutmen yang sah umumnya tidak memungut biaya apa pun. Penipu kerap memakai dalih biaya reservasi tiket pesawat atau hotel melalui agen travel fiktif, bahkan menjanjikan penggantian biaya.
Ketiga, perhatikan kualitas penulisan. Surat panggilan kerja dari perusahaan profesional disusun rapi dan detail. Waspadai dokumen dengan banyak kesalahan ketik, tanda seru atau huruf kapital berlebihan, format buram hasil fotokopi, serta penempatan logo yang tidak wajar seperti logo lama atau warna berbeda.
Keempat, riset lokasi dan kontak perusahaan. Penipu sering memakai alamat kantor fiktif. Gunakan Google Maps untuk verifikasi alamat dan aplikasi pengecekan nomor telepon untuk memastikan kontak yang dihubungi benar-benar resmi.
Kelima, jangan tergiur gaji yang tidak masuk akal. Penipu kerap menawarkan angka jauh di atas rata-rata pasar untuk pengalaman minimal agar korban mengabaikan logika. Keenam, perhatikan proses seleksi yang terlalu cepat. Perusahaan profesional biasanya melewati beberapa tahap, mulai dari administrasi, tes teknis, psikotes, Leaderless Group Discussion (LGD), wawancara, hingga tes kesehatan.
Masyarakat yang menemukan informasi rekrutmen mencurigakan atas nama Pegadaian dapat menghubungi Call Center 1500-569 atau WhatsApp PEVITA di nomor 0811-1-1500569. Pelaporan lewat kanal resmi ini memudahkan perusahaan menindaklanjuti dugaan penipuan sekaligus memperingatkan pelamar lain.
Bagi pencari kerja, kewaspadaan menjadi kunci di tengah derasnya informasi lowongan di ruang digital. Memastikan setiap panggilan seleksi berasal dari kanal resmi perusahaan menjadi langkah paling sederhana untuk menghindari kerugian data pribadi maupun finansial.