BANGKA SELATAN — Ratusan paket perlengkapan sekolah disalurkan kepada pelajar dari jenjang taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas yang kehilangan alat belajar akibat kebakaran. Paket tersebut meliputi seragam, sepatu, alat tulis, dan kebutuhan penunjang lainnya. Penyaluran menyasar anak-anak yang tinggal sementara di posko pengungsian bersama keluarga mereka.
Empat unit toilet portabel ditempatkan di posko pengungsian SD Negeri 7 Simpang Rimba. Fasilitas itu untuk memenuhi kebutuhan dasar warga selama masa pemulihan pascakebakaran. Tim ERG PT TIMAH turun langsung ke lokasi bersama pemerintah daerah dan sejumlah pihak lain.
Pelayanan Kesehatan Gratis Lewat Program TJSL
Layanan kesehatan gratis dihadirkan melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan. Pemeriksaan kesehatan itu untuk menjaga kondisi warga di tengah lingkungan pascakebakaran. Pendampingan psikologis juga diberikan khusus kepada anak-anak yang terdampak.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bangka Selatan Hefi Nuranda menyampaikan apresiasi atas dukungan tersebut. Ia menilai bantuan perlengkapan sekolah sangat dibutuhkan agar anak-anak bisa kembali belajar meski kondisi mereka belum sepenuhnya pulih.
"Terima kasih dukungan dari PT TIMAH dan semua pihak yang telah membantu baik pelayanan kesehatan dan tadi PT TIMAH menyerahkan bantuan peralatan sekolah ada toilet portabel," katanya.
348 Rumah Terdampak, 1.578 Jiwa Mengungsi
Hefi menyebutkan sebanyak 348 rumah terdampak bencana dengan jumlah warga mencapai 1.578 jiwa. Ia berharap semua pihak terus bersinergi dalam membantu pemulihan pascabencana. Menurutnya, dukungan dari berbagai pihak menjadi penyemangat bagi masyarakat untuk melewati masa sulit.
Bantuan terus berdatangan, baik dari wilayah Bangka Belitung maupun luar daerah. Semangat gotong royong itu dinilai mencerminkan kepedulian terhadap warga yang terdampak. Pemerintah daerah memastikan pendampingan bagi korban berlanjut selama masa pemulihan.