JAKARTA — PT Pelindo Sinergi Lokaseva (PSL), anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero), menggelar uji emisi bagi 100 kendaraan pengguna jasa di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok. Kegiatan bertajuk "Merdeka dari Emisi" tersebut merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan.
Hasil pemeriksaan menunjukkan 98 persen kendaraan memenuhi standar baku mutu emisi yang dipersyaratkan. Sebanyak 2 persen sisanya direkomendasikan untuk menjalani pemeriksaan dan perawatan lebih lanjut guna meningkatkan performa kendaraan sekaligus mengurangi emisi yang dihasilkan.
Direktur Operasi & Teknik PT Pelindo Sinergi Lokaseva, Bobby Hardian, menyebut kualitas lingkungan di kawasan pelabuhan sangat dipengaruhi kondisi kendaraan yang beroperasi setiap hari. Tanjung Priok dilalui ribuan truk setiap hari untuk mendukung aktivitas logistik dan distribusi barang.
"Sebagai salah satu pelabuhan tersibuk di Indonesia, Tanjung Priok dilalui ribuan truk setiap hari untuk mendukung aktivitas logistik dan distribusi barang. Tingginya mobilitas tersebut membuat kondisi kendaraan perlu mendapatkan perhatian bersama, untuk membantu menjaga kualitas udara dan lingkungan di kawasan pelabuhan," ujar Bobby.
Dari 100 kendaraan yang diperiksa, mayoritas menunjukkan hasil emisi yang baik. Temuan ini dinilai mencerminkan kesadaran pengguna jasa dalam merawat kendaraan mereka.
Meski demikian, sebagian kecil kendaraan masih memerlukan perhatian lebih. Perawatan berkala disebut akan berdampak positif bagi operasional maupun lingkungan di kawasan pelabuhan.
Bobby berharap kegiatan uji emisi ini mendorong para pengguna jasa melakukan perawatan kendaraan secara berkala. Menurutnya, kesadaran merawat kendaraan sudah baik, namun masih ada sebagian yang butuh perhatian lebih.
"Temuan ini menunjukkan bahwa kesadaran untuk merawat kendaraan sudah baik. Namun masih ada sebagian kendaraan yang memerlukan perhatian lebih. Kami berharap kegiatan ini dapat mendorong para pengguna jasa untuk melakukan perawatan kendaraan secara berkala sehingga berdampak positif bagi operasional maupun lingkungan," tambah Bobby.
Program "Merdeka dari Emisi" menyasar kendaraan pengguna jasa di kawasan pelabuhan sebagai upaya mendorong kesadaran pemeliharaan kendaraan sekaligus mendukung terwujudnya transportasi yang lebih bersih.