KUR BRI Tembus Rp 103,81 Triliun hingga Semester I-2026, 487 Ribu Debitur di Bangka Belitung Naik Kelas

Penulis: Yusrizal Ahmad  •  Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:22:01 WIB
Petugas menunjukkan dokumen Kredit Usaha Rakyat (KUR) di kantor BRI, Jakarta, Rabu (19/8/2026).

JAKARTA — Realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) terus menunjukkan tren positif. Hingga semester I-2026, bank pelat merah ini telah menyalurkan kredit sebesar Rp 103,81 triliun kepada 2 juta debitur, dengan dominasi penyerapan di sektor produktif.

Ekonom Senior yang juga Associate Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI), Ryan Kiryanto, mengapresiasi konsistensi BRI dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan. Menurutnya, skema pembiayaan ini menjadi penyelamat bagi pelaku usaha mikro dan kecil yang kerap kesulitan mengakses permodalan dari perbankan konvensional.

Porsi Terbesar: Pertanian dan Perdagangan

Data penyaluran menunjukkan sektor pertanian mendominasi serapan KUR BRI dengan porsi 42,68 persen. Disusul sektor perdagangan yang mencatatkan kontribusi sebesar 32,34 persen dari total realisasi kredit.

“KUR ini sangat dibutuhkan untuk pelaku-pelaku ekonomi yang masuk kategori skala istilahnya tuh mikro dan kecil. Karena KUR itu kan fasilitas kredit untuk dunia usaha yang range-nya itu ya paling kecil mungkin Rp10 juta, paling besar Rp500 juta,” kata Ryan di Jakarta, Rabu (19/8).

Dengan plafon yang fleksibel tersebut, para pedagang pasar, petani lada, hingga nelayan di Bangka Belitung memiliki akses modal untuk mengembangkan usahanya tanpa terbebani agunan yang berat.

487 Ribu Debitur Berhasil Graduasi

Capaian lain yang patut menjadi perhatian adalah jumlah debitur yang berhasil naik kelas atau graduasi. Tercatat sebanyak 487 ribu debitur telah meningkatkan skala usahanya dari mikro menjadi kecil, atau dari kecil menjadi menengah.

Fenomena graduasi ini menjadi indikator bahwa KUR tidak hanya sekadar menjadi penyelamat usaha, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Para pelaku UMKM yang tadinya hanya mampu memproduksi dalam skala rumah tangga, kini bisa memperluas jangkauan pasar dan menyerap lebih banyak tenaga kerja lokal.

Bagi perekonomian daerah seperti Kepulauan Bangka Belitung, keberadaan KUR menjadi vital. Sektor pariwisata dan perkebunan yang menjadi andalan daerah sangat bergantung pada rantai pasok dari UMKM lokal yang sehat secara finansial.

Dorong Inklusi Keuangan Hingga Pelosok

Lebih dari sekadar penyaluran modal, program KUR BRI dinilai berhasil mendongkrak literasi keuangan masyarakat di daerah terpencil. Kehadiran agen BRILink dan program pendampingan dari BRI turut mengedukasi warga tentang pengelolaan keuangan yang baik.

Dengan semakin banyaknya masyarakat yang melek finansial, perputaran uang di daerah akan semakin cepat dan produktif. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat daya tahan ekonomi masyarakat bawah dari guncangan ekonomi nasional maupun global.

Ke depan, diharapkan sinergi antara perbankan, pemerintah daerah, dan pelaku UMKM terus diperkuat agar target pertumbuhan ekonomi inklusif di Bangka Belitung dapat tercapai secara merata.

Reporter: Yusrizal Ahmad
Sumber: bangkaindependent.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top