Hari Indonesia Menabung di Medan: 3.516 Rekening Pelajar Baru dan Target Literasi Keuangan 90%

Penulis: Syahrul Karim  •  Kamis, 20 Agustus 2026 | 16:35:01 WIB
Puncak Hari Indonesia Menabung di Medan dihadiri Wakil Gubernur Sumatera Utara, Surya, di Sekolah Rakyat Terintegrasi 2, Rabu (19/8/2026).

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Medan, Sumatera Utara — Kebiasaan menabung kini bukan sekadar saran orang tua, melainkan program terstruktur pemerintah. Puncak peringatan Hari Indonesia Menabung yang digelar di Sekolah Rakyat Terintegrasi 2, Jalan Flamboyan, Kota Medan, Rabu (19/8/2026), menjadi bukti bagaimana edukasi keuangan diintegrasikan ke dalam dunia pendidikan.

Wakil Gubernur Sumatera Utara, Surya, menyebut momen ini sebagai momentum strategis. Ia menekankan bahwa menabung adalah latihan disiplin dan tanggung jawab yang bisa dimulai dari nominal kecil.

"Menabung mungkin terlihat sederhana, tetapi dari kebiasaan itulah tumbuh sikap disiplin, tanggung jawab, kesabaran, dan kemampuan merencanakan masa depan. Menabung tidak perlu menunggu uang banyak, bisa dimulai dari jumlah kecil secara rutin," ujar Surya dalam sambutannya.

Angka Literasi Keuangan yang Masih Timpang

Data terbaru menjadi perhatian serius. Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 yang disusun OJK bersama BPS, indeks literasi keuangan nasional berada di angka 66,46%. Sementara itu, indeks inklusi keuangan—yang mengukur akses masyarakat terhadap layanan keuangan—mencapai 80,51%.

Artinya, akses masyarakat terhadap produk keuangan (inklusi) jauh lebih tinggi dibanding pemahaman mereka (literasi). Kondisi ini yang membuat masyarakat rentan terhadap penipuan, investasi bodong, dan pinjaman ilegal.

Kepala OJK Provinsi Sumut, Triyoga Laksito, menambahkan bahwa inklusi keuangan nasional kini mencapai 88,7% dengan literasi 65,43%. Target ambisius dicanangkan: inklusi 90% dalam waktu dekat dan 98% pada 2045.

Peran Bank Sumut dan Program Simpel

Bank Sumut bergerak melalui produk Simpanan Pelajar (Simpel). Direktur Utama Bank Sumut, Heru Merdiansyah, mengungkapkan capaian hingga Agustus 2026: 155 kegiatan literasi keuangan telah digelar di 143 sekolah, dari jenjang TK hingga SMA, didukung 68 kantor cabang.

"Bagi Bank Sumut, Simpel bukan hanya produk tabungan, tetapi sarana mengenalkan anak-anak pada layanan perbankan formal sekaligus membangun kebiasaan bertanggung jawab terhadap keuangan," jelas Heru.

Ke depan, materi edukasi akan diperluas mencakup layanan digital, QRIS, dan keamanan bertransaksi. Ini penting mengingat transaksi non-tunai semakin dominan di kalangan muda.

Kisah Rizky, Pelajar Belawan yang Diundang Presiden

Di balik angka dan program, ada kisah inspiratif. Maragoti, Kepala Sekolah SMP Sekolah Rakyat Terintegrasi 2, menceritakan Muhammad Rizky Pratama, siswa asal Belawan yang gigih berjualan ikan untuk membiayai hidupnya.

Kegigihan Rizky membawanya mendapat undangan khusus dari Presiden RI untuk menghadiri peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Jakarta. Sekolah ini sendiri melayani 434 murid jenjang SD dan SMP, khusus anak-anak dari keluarga kurang mampu yang terdata dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

"Kami tidak membuka pendaftaran umum, tetapi menjangkau langsung anak-anak yang terancam putus sekolah, anak rentan secara psikososial, hingga anak-anak yang butuh pembinaan khusus," ungkap Maragoti.

Realisasi TPAKD dan Gerakan KEJAR

Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi Sumut mencatat realisasi 3.516 rekening pelajar melalui Program Siswa Teladan di 10 sekolah sasaran. Sosialisasi literasi keuangan juga menjangkau 23.414 pelajar di 23 kabupaten/kota.

Di tingkat nasional, OJK menggencarkan gerakan KEJAR (Satu Rekening Satu Pelajar) yang telah memfasilitasi pembukaan puluhan juta rekening edukasi pelajar.

"Menabung di bank bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi uang tersebut disalurkan menjadi modal usaha bagi pengusaha lokal yang menggerakkan roda ekonomi," terang Triyoga.

Bagi keluarga yang sedang merencanakan pendidikan finansial anak, program-program ini bisa menjadi pintu masuk. Orang tua dapat menanyakan program Simpel di kantor cabang Bank Sumut terdekat atau menghubungi OJK Provinsi Sumut untuk informasi literasi keuangan lebih lanjut.

Reporter: Syahrul Karim
Sumber: metrorakyat.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top