KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Isenmulang Kalteng FC resmi mengamankan jasa Modou Manneh untuk menghadapi Super League 2026/27. Gelandang berkaki kiri yang juga bisa dimainkan sebagai bek kiri hingga bek tengah ini datang dengan reputasi mentereng dari kancah sepak bola Asia Tenggara.
Keputusan Isenmulang memboyong Manneh bukan tanpa alasan. Sebelumnya, ia memperkuat Manila Digger di Filipina dan menunjukkan performa ofensif yang solid untuk seorang gelandang. Pada musim pertamanya, ia mencatatkan 12 gol dan enam assist.
Produktivitas itu membuatnya diakui sebagai salah satu gelandang terbaik di timnya. Fleksibilitas posisinya juga menjadi nilai plus, memberikan opsi taktis lebih bagi pelatih Isenmulang di lini belakang maupun tengah.
Pengalaman paling berharga Manneh datang di panggung kontinental. Ia menjadi starter kala Manila Digger menghadapi Persib Bandung pada babak play-off AFC Champions League Two 2025/26.
Menjamu tim sebesar Persib di kompetisi Asia adalah ujian mental yang tidak semua pemain bisa lalui. Pengalaman semacam ini yang diharapkan bisa ia tularkan ke skuat Isenmulang, terutama dalam menghadapi tekanan di laga-laga krusial Super League.
Lahir di Janjanbureh, Gambia, Manneh membawa atribut fisik dan teknik khas pemain Afrika. Meski posisi utamanya kini sebagai gelandang, kemampuan bermain di posisi bek kiri dan bek tengah membuatnya menjadi pemain serbaguna di lapangan.
Bagi Isenmulang, kedatangan Manneh bukan sekadar menambah nama asing di skuat. Ini tentang menambah kualitas dan pengalaman di ruang ganti, sesuatu yang krusial untuk kompetisi sepanjang musim.
Kehadiran Manneh memberi warna baru di lini tengah Isenmulang. Ia bisa menjadi jembatan antara lini pertahanan dan lini serang, sekaligus ancaman saat situasi bola mati. Fleksibilitasnya juga memberi pelatih kebebasan untuk mengubah formasi di tengah pertandingan tanpa harus melakukan pergantian pemain.
Dengan rekam jejak yang dimilikinya, ekspektasi publik Kalimantan Tengah terhadap performa Manneh di Super League 2026/27 tentu akan tinggi. Ia diharapkan bisa langsung beradaptasi dan menjadi motor permainan tim.