KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Harga emas spot ditutup melemah 0,25 persen ke posisi USD4.165,11 per troy ons. Sebelumnya, harga sempat menyentuh level tertinggi sejak 22 Juni 2026 di sesi awal perdagangan.
Indeks dolar AS menguat 0,1 persen pada hari yang sama. Penguatan ini langsung membebani emas yang dihargai dalam denominasi dolar.
"Indeks dolar AS sedikit lebih tinggi hari ini dan itu menjadi faktor bearish bagi emas dalam perdagangan harian," ujar Jim Wyckoff, Analis Pasar American Gold Exchange, dikutip Reuters.
Penurunan harga emas tidak dalam. Investor masih mencermati sinyal perlambatan pasar tenaga kerja AS yang mulai muncul pekan lalu.
Tanda-tanda pendinginan ini meredakan ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga lanjutan oleh Federal Reserve (The Fed). Suku bunga yang lebih rendah cenderung menguntungkan emas sebagai aset tanpa imbal hasil.
Pelaku pasar kini mengalihkan perhatian ke risalah rapat The Fed (FOMC Minutes) yang akan dirilis pekan ini. Dokumen tersebut bisa memberi petunjuk lebih lanjut tentang arah kebijakan suku bunga ke depan.
Jika risalah menunjukkan sikap dovish atau cenderung melonggar, emas berpotensi kembali naik. Sebaliknya, nada hawkish bisa menekan harga lebih dalam.
Investasi mengandung risiko.