Harga Emas Spot Terkoreksi 0,25% ke USD4.165, Dolar AS Kembali Menguat, Pasar Tunggu Risalah The Fed

Penulis: Nofrizal Hasan  •  Selasa, 07 Juli 2026 | 09:37:31 WIB
Harga emas spot turun 0,25% ke posisi USD4.165,11 per troy ons di Kepulauan Bangka Belitung.

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Harga emas spot ditutup melemah 0,25 persen ke posisi USD4.165,11 per troy ons. Sebelumnya, harga sempat menyentuh level tertinggi sejak 22 Juni 2026 di sesi awal perdagangan.

Dolar AS Jadi Beban Utama

Indeks dolar AS menguat 0,1 persen pada hari yang sama. Penguatan ini langsung membebani emas yang dihargai dalam denominasi dolar.

"Indeks dolar AS sedikit lebih tinggi hari ini dan itu menjadi faktor bearish bagi emas dalam perdagangan harian," ujar Jim Wyckoff, Analis Pasar American Gold Exchange, dikutip Reuters.

Data Tenaga Kerja AS Batasi Pelemahan

Penurunan harga emas tidak dalam. Investor masih mencermati sinyal perlambatan pasar tenaga kerja AS yang mulai muncul pekan lalu.

Tanda-tanda pendinginan ini meredakan ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga lanjutan oleh Federal Reserve (The Fed). Suku bunga yang lebih rendah cenderung menguntungkan emas sebagai aset tanpa imbal hasil.

Pasar Fokus ke Risalah The Fed

Pelaku pasar kini mengalihkan perhatian ke risalah rapat The Fed (FOMC Minutes) yang akan dirilis pekan ini. Dokumen tersebut bisa memberi petunjuk lebih lanjut tentang arah kebijakan suku bunga ke depan.

Jika risalah menunjukkan sikap dovish atau cenderung melonggar, emas berpotensi kembali naik. Sebaliknya, nada hawkish bisa menekan harga lebih dalam.

Investasi mengandung risiko.

Reporter: Nofrizal Hasan
Sumber: idxchannel.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top