SUNGAILIAT — Kepala Bidang Pencegahan, Pengendalian Penyakit, dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Kabupaten Bangka, Anggia Murni, mengungkapkan data tersebut bersumber dari laporan 12 puskesmas yang tersebar di delapan kecamatan. Angka partisipasi yang tinggi ini menjadi indikator positif bagi keberlanjutan program nasional di daerah.
Dari 12 puskesmas, dua di antaranya mencatatkan angka pelayanan tertinggi. Puskesmas Belinyu telah memeriksa 3.943 anak sekolah, disusul Puskesmas Pemali dengan 3.843 anak. Sementara itu, Puskesmas Sungailiat melayani 3.032 anak, dan Puskesmas Puding Besar sebanyak 3.477 anak.
Beberapa puskesmas lain yang turut berkontribusi antara lain Puskesmas Riau Silip (2.270 anak), Puskesmas Gunung Muda (1.247 anak), Puskesmas Batu Rusa (1.330 anak), Puskesmas Kenanga (1.112 anak), Puskesmas Penagan (1.101 anak), Puskesmas Petaling (1.228 anak), Puskesmas Sinar Baru (943 anak), dan Puskesmas Bakam (896 anak).
Anggia Murni menegaskan bahwa program CKG dirancang pemerintah sebagai upaya deteksi dini masalah kesehatan pada anak usia sekolah. "Program CKG bagi kelompok anak sekolah, dirancang pemerintah untuk deteksi dini masalah kesehatan agar siswa tetap sehat dan dapat belajar secara optimal sehingga menjadi generasi yang cerdas dan berkualitas," ujarnya di Sungailiat, Rabu.
Ia optimistis target layanan CKG di masing-masing puskesmas akan tercapai penuh. Pasalnya, angka persentase yang sudah diraih saat ini tergolong tinggi dan menunjukkan respons positif dari sekolah serta orang tua siswa.
Berikut rincian layanan CKG anak sekolah di Kabupaten Bangka berdasarkan data Dinkes setempat:
Dengan capaian ini, Dinkes Bangka berharap seluruh anak sekolah di wilayahnya dapat terpantau kesehatannya secara berkala, sehingga potensi gangguan tumbuh kembang bisa tertangani lebih awal.