Harga TBS Sawit di Bangka Belitung Naik Lagi, Petani di Belitung Nikmati Harga Tertinggi Rp3.500 per Kg

Penulis: Nofrizal Hasan  •  Rabu, 10 Juni 2026 | 09:03:01 WIB
Petani sawit di Belitung meraih harga tertinggi TBS Rp3.500 per kilogram.

BELITUNG — Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) kembali mengalami kenaikan. Petani sawit di Kabupaten Belitung menjadi yang paling beruntung dengan harga jual mencapai Rp3.500 per kilogram, menjadi yang tertinggi di antara kabupaten dan kota lainnya di provinsi tersebut.

Berapa Harga di Kabupaten Lain?

Kenaikan harga TBS ini terjadi secara merata di seluruh wilayah Babel. Namun, selisih harga antar daerah masih terlihat. Berdasarkan data terbaru yang dihimpun dari Dinas Perkebunan setempat, harga di Belitung menjadi acuan tertinggi yang dinikmati petani di pulau tersebut.

Untuk wilayah lain, harga TBS berkisar di angka yang lebih rendah, meskipun tetap menunjukkan tren positif. Fluktuasi ini biasanya dipengaruhi oleh biaya transportasi dan jarak tempuh dari kebun ke pabrik pengolahan kelapa sawit utama yang berada di Pulau Bangka.

Penyebab Kenaikan Harga Sawit di Babel

Kenaikan harga TBS di Babel ini sejalan dengan membaiknya harga Crude Palm Oil (CPO) di pasar global. Permintaan yang meningkat dari industri pengolahan minyak sawit mentah turut mendorong peningkatan harga di tingkat petani.

Kondisi ini menjadi angin segar bagi para pekebun sawit di daerah tersebut setelah sempat mengalami tekanan harga beberapa bulan sebelumnya. Harga yang lebih tinggi diharapkan dapat meningkatkan daya beli petani dan memutar roda ekonomi di pedesaan.

Dampak Bagi Petani dan Ekonomi Lokal

Kenaikan harga jual ini langsung dirasakan oleh petani sawit di Belitung. Dengan harga Rp3.500 per kilogram, pendapatan mereka mengalami peningkatan signifikan dibandingkan periode sebelumnya.

Para petani berharap tren positif ini dapat bertahan lama. Pasalnya, kelapa sawit merupakan salah satu komoditas unggulan yang menopang perekonomian sebagian besar warga di pedalaman Bangka Belitung.

Reporter: Nofrizal Hasan
Back to top