IHSG Anjlok 1,46% ke 5.854, Investor Tersisa 100 Saham Menguat dari 681 Emiten

Penulis: Afrizal Hidayat  •  Kamis, 04 Juni 2026 | 10:30:31 WIB
IHSG turun 1,46% ke posisi 5.854 pada perdagangan Kamis pagi.

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Pagi ini, Kamis (4/6/2026), pukul 09.05 WIB, IHSG terpantau di posisi 5.854. Level itu anjlok 1,46% dari posisi penutupan sebelumnya. Indeks sempat menyentuh titik terendah di 5.852 dan tertinggi di 5.924. Nilai transaksi baru mencapai Rp 1,18 triliun dengan volume 1,95 miliar lembar saham.

Dari total 681 saham yang diperdagangkan, hanya 100 saham yang menghijau. Sebanyak 415 saham terpangkas dan 166 lainnya stagnan. Artinya, peluang cuan pagi ini hanya 14,7%—sisanya merah semua.

Koreksi Beruntun: IHSG Sudah Ambruk 30% dalam Enam Bulan

Ini bukan kejutan satu hari. Secara mingguan, IHSG sudah tergerus 5,59%. Dalam sebulan terakhir, indeks ambrol 17,49%. Lebih mengkhawatirkan lagi, dalam tiga bulan IHSG kehilangan 28,65%, dan dalam enam bulan lenyap 30,20%. Sepanjang tahun 2026 ini, IHSG sudah jeblok 32,24%.

Bandingkan: indeks masih bertengger di atas 8.600 pada akhir 2025. Kini di 5.854—artinya hampir Rp 3 dari setiap Rp 10 yang ditanamkan investor di awal tahun sudah menguap.

Siapa Paling Terpukul: Investor Ritel vs Asing

Tekanan jual pagi ini merata di semua sektor. Tidak ada sektor yang selamat dari aksi ambil untung—atau lebih tepatnya, aksi potong rugi. Saham-saham berkapitalisasi besar seperti perbankan, energi, dan teknologi kompak memerah.

Bagi investor ritel yang masuk di puncak tahun lalu, posisi saat ini sudah unrealized loss rata-rata di atas 30%. Sementara investor asing, berdasarkan data RTI, masih tercatat melakukan aksi jual bersih di awal sesi—menambah tekanan ke indeks.

Sentimen Apa yang Menekan?

Belum ada katalis positif yang cukup kuat untuk membalikkan arah. Dari eksternal, penguatan dolar AS dan ketidakpastian suku bunga global masih menjadi momok. Dari dalam negeri, pelaku pasar menunggu data ekonomi domestik dan sinyal kebijakan Bank Indonesia pekan depan.

Level psikologis 6.000 yang sempat dipertahankan beberapa pekan terakhir kini sudah jebol. Support berikutnya yang jadi sorotan trader adalah level 5.700—jika tembus, koreksi bisa berlanjut ke area 5.500.

Apa yang Bisa Dilakukan Investor Sekarang?

Dalam kondisi seperti ini, analis menyarankan investor tidak panik melakukan aksi jual besar-besaran. Sebaliknya, evaluasi ulang portofolio dan fokus pada saham-saham dengan fundamental kuat serta dividen tinggi bisa jadi strategi bertahan.

Yang jelas, pagi ini bukan pagi yang bersahabat bagi siapa pun yang namanya terdaftar di bursa. Dari 681 emiten, hanya 100 yang masih tersenyum—selebihnya menahan sakit.

Reporter: Afrizal Hidayat
Sumber: finance.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top