PANGKALPINANG — Upacara yang berlangsung khidmat itu dihadiri oleh jajaran aparatur sipil negara, pelajar, serta organisasi masyarakat. Wali Kota Prof. Saparudin yang bertindak sebagai inspektur upacara membacakan amanat tertulis Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).
Dalam amanatnya, Saparudin menekankan bahwa Pancasila bukan sekadar simbol negara, melainkan jangkar moral yang harus dipegang teguh bangsa Indonesia. Ia menyebut nilai-nilai Pancasila menjadi kunci dalam menghadapi turbulensi global yang kian kompleks.
Wali Kota secara spesifik menyapa generasi muda Pangkalpinang yang hadir dalam upacara. Ia mengingatkan bahwa persatuan adalah harga mati yang harus dirawat, terutama di era digital yang kerap memicu perpecahan.
“Pancasila adalah jangkar moral bangsa dalam menghadapi turbulensi global. Indonesia bukan hanya penonton dalam percaturan dunia, tetapi memiliki tanggung jawab untuk ikut menjaga ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial,” ujar Saparudin mengutip amanat BPIP.
Momen peringatan ini juga dijadikan pengingat bagi seluruh elemen masyarakat untuk tidak melupakan sejarah lahirnya Pancasila. Saparudin menegaskan bahwa ideologi negara itu tetap relevan sebagai pedoman dalam setiap aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.
Pemerintah Kota Pangkalpinang berharap peringatan tahun ini mampu membangkitkan semangat gotong royong dan toleransi di tengah keberagaman masyarakat. Kegiatan serupa direncanakan akan terus digalakkan di lingkungan sekolah dan kelurahan sepanjang tahun 2026.