Peringatan Hari Lahir Pancasila di Belitung, Wabup Syamsir Sorot Pergeseran Nilai Bangsa dan Polarisasi Politik

Penulis: Afrizal Hidayat  •  Senin, 01 Juni 2026 | 14:39:20 WIB
Wakil Bupati Belitung Syamsir menjadi inspektur upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di halaman Kantor Bupati Belitung.

TANJUNGPANDAN — Wakil Bupati Belitung Syamsir menegaskan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni 2026 harus menjadi momentum untuk memperkuat kembali keutuhan bangsa. Pernyataan itu ia sampaikan saat bertindak sebagai inspektur upacara di halaman Kantor Bupati Belitung.

Dalam pidatonya, Syamsir menyebut telah terjadi dinamika atau pergeseran nilai dalam kehidupan berbangsa dan bernegara beberapa waktu terakhir. Meski tidak merinci secara spesifik, ia menyinggung fenomena yang berkembang di Indonesia, mulai dari memudarnya semangat gotong royong hingga polarisasi politik yang semakin tajam.

Ancaman Primordialisme dan Polarisasi di Daerah

Pergeseran nilai yang dimaksud Syamsir merujuk pada meningkatnya narasi primordialisme yang berpotensi menggerus kohesi sosial. Di Kepulauan Bangka Belitung, dinamika sosial-politik lokal juga menunjukkan tantangan serupa dalam menjaga kerukunan antarwarga.

“Peringatan hari lahirnya Pancasila 1 Juni adalah momentum untuk menjaga keutuhan bangsa dan negara,” ujar Syamsir di hadapan aparatur sipil negara dan undangan yang hadir dalam upacara.

Ajakan “Keroyokan” dan Kolaborasi Lintas Sektor

Syamsir mengajak seluruh elemen masyarakat meningkatkan rasa cinta Tanah Air dan kembali ke semangat gotong royong. Ia menggunakan istilah “keroyokan” yang merujuk pada nilai luhur Pancasila, khususnya sila keempat.

“Ayo kita mencintai bangsa Indonesia ini, ayo kita mencintai Tanah Air, ayo terus berkolaborasi, kompak, dan keroyokan dalam pembangunan bangsa,” ujarnya dengan nada mengajak.

Ajakan ini relevan dengan kondisi Kabupaten Belitung yang memiliki potensi ekonomi di sektor pariwisata, perikanan, dan pertambangan. Pengelolaan berkelanjutan di daerah memerlukan sinergi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat.

Pancasila sebagai Pondasi Perdamaian Global

Syamsir juga mendorong implementasi nilai-nilai Pancasila dalam seluruh sendi kehidupan berbangsa untuk menyikapi situasi politik global. Ia merujuk pada ketegangan geopolitik antarkekuatan besar dan konflik regional yang masih berlangsung di berbagai belahan dunia.

Tema peringatan tahun ini, “Pancasila Pemersatu Bangsa, Pondasi Perdamaian Dunia”, dinilai sebagai pernyataan tegas bahwa ideologi Indonesia tidak hanya relevan secara domestik tetapi juga berkontribusi pada perdamaian dunia. Momentum 1 Juni diharapkan menjadi titik balik untuk memperkuat keutuhan bangsa dari tingkat lokal hingga nasional.

Reporter: Afrizal Hidayat
Sumber: journalarta.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top