Harga Emas Pegadaian 1 Juni 2026: Antam Paling Mahal di Rp 2,9 Juta, Ada Prospek Kenaikan Pekan Ini

Penulis: Afrizal Hidayat  •  Senin, 01 Juni 2026 | 13:51:01 WIB
Harga emas Antam 1 gram di Pegadaian tercatat Rp 2,911 juta pada 1 Juni 2026.

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Dari pantauan di laman resmi Pegadaian, harga emas Antam ukuran 1 gram dibanderol Rp 2.911.000. Angka ini Rp 61.000 lebih mahal dari emas UBS yang dijual Rp 2.850.000 per gram, dan Rp 117.000 lebih tinggi dari Galeri24 yang hanya Rp 2.794.000 per gram. Selisih harga ini konsisten terjadi di hampir semua bobot, mulai dari 0,5 gram hingga 100 gram.

Untuk Antam, variasi ukuran yang tersedia hanya sampai 100 gram. Sementara itu, UBS dan Galeri24 menjual hingga ukuran 500 gram dan 1 kilogram. Berikut rincian harga untuk ukuran paling kecil dan paling besar:

  • Antam 0,5 gram: Rp 1.508.000 | Antam 100 gram: Rp 285.077.000
  • UBS 0,5 gram: Rp 1.541.000 | UBS 500 gram: Rp 1.382.255.000
  • Galeri24 0,5 gram: Rp 1.465.000 | Galeri24 1.000 gram: Rp 2.707.370.000

Perlu dicatat, harga di Pegadaian ini bisa berubah sewaktu-waktu. Untuk emas Antam, patokan resmi dari Logam Mulia baru diperbarui setelah pukul 08.30 WIB.

Analis Global Optimistis, Tapi Pelaku Ritel Ragu

Di pasar global, prospek emas justru mulai cerah. Survei mingguan Kitco yang dirilis hari ini menunjukkan 75% analis Wall Street percaya harga emas akan naik pekan ini. Namun, sentimen berbeda datang dari investor ritel. Hanya 44% dari mereka yang optimistis, sementara 31% lainnya memilih wait and see alias memprediksi harga akan mendatar.

Direktur Pelaksana Bannockburn Global Forex, Marc Chandler, mengatakan perpanjangan gencatan senjata antara AS dan Iran menjadi katalis positif. Menurutnya, situasi ini mengurangi tekanan likuiditas dari eksportir minyak yang biasanya menjual emas. "Pergerakan harga di atas area US$ 4.585 akan meningkatkan sentimen secara teknikal," ujarnya dalam laporan Kitco, Senin (1/6/2026).

Mengapa Emas Bisa Kembali Naik Pekan Ini?

Emas sempat tertekan pekan lalu hingga menembus level support US$ 4.400. Namun, harga pulih tajam setelahnya. Kepala Investasi Zaye Capital Markets, Naeem Aslam, menilai pasar saat ini berada di posisi sensitif. "Ada dua sinyal berlawanan: tekanan geopolitik yang mereda dan inflasi yang masih tinggi," jelasnya.

Di satu sisi, harga minyak yang turun 10% pada Mei mengurangi daya tarik emas sebagai aset safe-haven. Namun di sisi lain, data ekonomi AS yang akan dirilis pekan ini—seperti klaim pengangguran dan inflasi—bisa menjadi pemicu baru. Analis Trade Nation, David Morrison, menambahkan bahwa pemulihan emas di atas US$ 4.400 pekan lalu menunjukkan support yang kuat di level tersebut. Jika bertahan, bukan tidak mungkin harga kembali menguji level tertingginya.

Bagi investor ritel di Indonesia, situasi ini bisa menjadi momentum untuk membeli emas di harga yang masih stabil sebelum potensi kenaikan global terjadi.

Reporter: Afrizal Hidayat
Sumber: liputan6.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top