KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Langkah ini menandai pengakuan global terhadap sepak bola Indonesia. Untuk pertama kalinya, pemain di seluruh dunia bisa menggunakan Timnas Indonesia secara resmi dengan atribut lengkap—logo PSSI, jersei terbaru, hingga wajah para pemain yang dipindai secara detail (face scan) untuk menghadirkan realisme di lapangan virtual.
Sebelumnya, lisensi tim nasional dari Asia Tenggara di seri gim EA Sports sangat terbatas. Penggemar harus bergantung pada modifikasi atau tim kustom untuk memainkan Jay Idzes, Marselino Ferdinan, dan kolega. Kini, pengguna bisa langsung memilih Garuda di Career Mode maupun Ultimate Team.
Keputusan EA Sports memberikan slot resmi bagi Indonesia tak lepas dari dua faktor utama: besarnya pasar sepak bola Tanah Air dan performa impresif tim asuhan Shin Tae-yong di level Asia dalam beberapa tahun terakhir. Daya tarik pasar Indonesia menjadi alasan kuat bagi pengembang gim global untuk menjalin lisensi resmi.
Detail mengenai rating pemain Timnas Indonesia di EA Sports FC 26 masih dalam tahap finalisasi. Namun, prediksi mulai bermunculan dari para penggemar. Sejumlah pemain yang merumput di Eropa diprediksi akan mendapatkan angka kompetitif untuk bersaing di level Asia.
Selain itu, Kevin Diks dan Emil Audero baru saja bergabung dalam pemusatan latihan Timnas Indonesia di Jakarta untuk FIFA Match Day Juni melawan Oman dan Mozambik di SUGBK. Kehadiran mereka tentu akan menambah daftar pemain yang masuk dalam database gim.
Masuknya Timnas Indonesia ke gim global diyakini bisa memicu pertumbuhan ekosistem e-sports, khususnya cabang sepak bola virtual. Dengan adanya representasi resmi, turnamen berskala nasional maupun internasional kini memiliki landasan lebih kuat untuk menggunakan tim kebanggaan Tanah Air.
Publik sepak bola Indonesia kini tinggal menunggu tanggal rilis resmi EA Sports FC 26. Momen mengibarkan Merah Putih di lapangan hijau virtual—tanpa modifikasi rumit—akhirnya tiba.