KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengungkapkan, pendataan tahap awal difokuskan pada pemegang IUP operasi produksi yang selama ini mengekspor hasil tambang secara mandiri. "Selama ini badan usaha kan bisa melakukan ekspor langsung," kata Yuliot di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (29/5/2026).
Selama ini, pemilik IUP operasi produksi memiliki kewenangan penuh menjual komoditas seperti batu bara ke luar negeri tanpa melalui satu pintu. Kehadiran PT DSI akan mengubah skema tersebut. Kementerian ESDM, yang memegang wewenang penerbitan izin usaha pertambangan, pengangkutan, hingga penjualan, akan mengalihkan data perizinan itu ke Danantara.
Konsolidasi data ini menjadi fondasi awal agar PT DSI bisa beroperasi efektif. Dengan data yang terintegrasi, Danantara dapat memetakan volume ekspor, siapa saja pemainnya, serta potensi penerimaan negara yang selama ini mungkin belum optimal.
Bagi perusahaan tambang pemegang IUP, perubahan ini berarti mekanisme ekspor tak lagi bisa dilakukan sendiri. Setiap pengiriman batu bara atau mineral ke luar negeri kemungkinan besar harus melalui PT DSI sebagai BUMN ekspor. Ini mirip dengan konsep holding BUMN pertambangan yang selama ini digodok, namun dengan fokus pada sisi perdagangan.
Yuliot menambahkan, pendataan saat ini masih berlangsung. Pihaknya belum merinci berapa banyak IUP yang akan masuk dalam skema baru ini. Namun, langkah awal ini menjadi sinyal bahwa pemerintah serius merapikan tata kelola ekspor sumber daya alam.
Setelah pendataan rampung, Kementerian ESDM dan Danantara akan menyusun mekanisme transisi. Perusahaan tambang yang selama ini menikmati fleksibilitas ekspor langsung harus bersiap dengan aturan anyar. Bagi negara, konsolidasi ini diharapkan bisa meningkatkan transparansi dan optimalisasi penerimaan dari sektor tambang yang selama ini kerap bocor.
Pembentukan PT DSI dan konsolidasi data IUP ini menjadi babak baru dalam peta bisnis pertambangan Indonesia. Pertanyaannya, seberapa cepat perusahaan tambang beradaptasi dengan skema satu pintu ala Danantara?