BANGKA TENGAH — Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman, meninjau langsung kebun bawang merah milik Mulyono, anggota Gapoktan Pading Makmur, di Dusun C2, Desa Lubuk Pabrik, Kecamatan Lubuk Besar, Kamis (28/5/2026). Kunjungan itu dilakukan untuk melihat langsung potensi dan perkembangan komoditas yang telah ditetapkan sebagai salah satu klaster strategis nasional.
Algafry datang tidak sendirian. Ia didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, jajaran DPKP Bangka Tengah, Staf Ahli Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan, Camat Lubuk Besar, serta Kepala Desa Lubuk Pabrik. Kehadiran Kepala Dinas Pertanian Provinsi menjadi sinyal kuat dukungan pemerintah tingkat provinsi terhadap program pengembangan pertanian di Bangka Tengah.
Berdasarkan Surat Keputusan Kementerian Pertanian, Kabupaten Bangka Tengah ditunjuk sebagai salah satu sentra strategis dan klaster pengembangan komoditas hortikultura di wilayah Bangka Belitung. Fokus utama pengembangan adalah bawang merah dan cabai.
“Kami bersama Dinas Pertanian Provinsi Bangka Belitung meninjau salah satu komoditas bawang merah yang ada di C2 Lubuk Pabrik,” ujar Algafry. Ia menambahkan bahwa dua komoditas ini memang dipusatkan pengembangannya di wilayah Lubuk Besar, khususnya Desa Lubuk Pabrik.
“Alhamdulillah, hari ini Kepala Dinas Pertanian Provinsi juga siap membantu dan mendukung pengembangannya,” kata Algafry.
Lahan bawang merah di Desa Lubuk Pabrik telah beberapa kali melakukan panen. Menurut Algafry, panen berikutnya dijadwalkan pada 8 Juni 2026. “Dinas Provinsi juga sudah melihat langsung potensi bawang merah di daerah ini,” ujarnya.
Kepala DPKP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kurniawan, menyatakan pihaknya akan terus mendukung para petani di Dusun C2. Dukungan difokuskan pada penyediaan sarana pertanian agar produksi bawang merah dan cabai dapat meningkat secara optimal.
“Kami sangat mendukung peningkatan potensi pertanian di daerah ini, terutama bawang merah dan cabai. Kami juga akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat maupun Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah untuk membantu petani meningkatkan produksinya,” ujar Kurniawan.
Kunjungan ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara pemerintah kabupaten, provinsi, dan pusat dalam mengembangkan sektor pertanian. Dengan dukungan yang terpadu, produksi bawang merah dan cabai di Lubuk Pabrik diyakini dapat terus meningkat dan berkontribusi pada ketahanan pangan daerah.