PANGKALPINANG — Perum Bulog Cabang Bangka memastikan stok beras di gudangnya mencukupi untuk menyalurkan program bantuan pangan kepada masyarakat kurang mampu pada periode Juni hingga Juli 2026. Kepala Perum Bulog Cabang Bangka, Dimas Wage Tantri, menyatakan bahwa pasokan dari petani lokal dan luar daerah berjalan lancar tanpa kendala berarti.
Dari total 1.800 ton beras yang tersimpan, sebanyak 1.500 ton di antaranya merupakan hasil panen petani di Desa Rias, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan. Sisanya dipasok dari Bulog Provinsi Sumatera Selatan untuk menjaga kecukupan stok di gudang Pangkalpinang.
"Kami pastikan stok beras bantuan pangan ini cukup untuk penyaluran Juni hingga Juli tahun ini," ujar Dimas Wage Tantri di Pangkalpinang, Senin.
Setelah Hari Raya Idul Adha 2026, Bulog akan kembali mengalokasikan bantuan pangan untuk menstabilkan harga dan meringankan beban warga. Sebelum hari raya, Bulog Cabang Bangka telah menyalurkan bantuan kepada 21.211 penerima bantuan pangan (PBP) di Kota Pangkalpinang. Rinciannya, 404.220 kilogram beras dan 80.844 liter minyak goreng telah didistribusikan.
Setiap penerima mendapatkan jatah 20 kilogram beras dan empat liter minyak goreng untuk alokasi Februari dan Maret 2026.
Dimas menjelaskan, Bulog bertindak sebagai perpanjangan tangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) dalam menyalurkan bantuan pangan ini. Ia menambahkan, kelancaran distribusi menjelang Idul Adha tidak hanya membantu perekonomian warga kurang mampu, tetapi juga efektif menekan lonjakan harga beras dan minyak goreng di pasaran.
"Alhamdulillah, penyaluran bantuan pangan menjelang Hari Raya Idul Adha di Kota Pangkalpinang berjalan lancar, sehingga dampaknya tidak hanya membantu perekonomian masyarakat kurang mampu tetapi juga mampu menekan kenaikan harga beras dan minyak goreng," katanya.