PANGKALPINANG — Aliran sungai yang tersumbat dan dangkal di Desa Kace, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka, akhirnya mendapat perhatian. Puluhan mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bangka Belitung (UBB) bersama warga setempat turun tangan melakukan pengerukan manual pada Minggu (10/5). Banjir yang melanda beberapa waktu lalu disebut sempat mencapai pinggang orang dewasa, memicu aksi bersih-bersih ini.
Hanjuan Subuh, seorang warga Desa Kace, mengungkapkan bahwa banjir terjadi bukan semata karena volume air hujan yang tinggi. "Penyebab utamanya aliran sungai di situ mampet, jadi memang harus ada pengerukan," katanya. Ia menambahkan, jalur sungai yang berbelok juga memperparah kondisi karena air yang datang tidak langsung mengalir lancar dan akhirnya meluap.
Menurut Hanjuan, rencana pengerukan sungai sebenarnya sudah masuk dalam agenda. Namun, pelaksanaannya masih menunggu instruksi lebih lanjut dari pemerintah setempat. Kondisi ini yang mendorong inisiatif warga dan mahasiswa untuk bertindak cepat.
Diah Ayu Lestari, perwakilan mahasiswa Hukum Kelas B UBB, menyebut kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap lingkungan. "Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian kami bersama masyarakat terhadap lingkungan sekaligus menunjukkan bahwa persoalan banjir di Desa Kace perlu segera ditangani agar tidak semakin parah," ujarnya. Aksi gotong royong ini, lanjutnya, bukan sekadar acara seremonial, tetapi respons atas kondisi darurat yang dihadapi warga.
Lewat aksi ini, mahasiswa berharap pemerintah daerah tidak tinggal diam. Diah secara spesifik meminta adanya kolaborasi jangka panjang, seperti pengerukan sungai secara rutin dan penambahan daerah resapan air. "Kami berharap ada kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah, seperti pengerukan sungai secara rutin serta penambahan daerah resapan air agar risiko banjir dapat diminimalkan," tegasnya.
Sementara itu, Cahya Alifia, mahasiswa lainnya, menambahkan dimensi sosial dari kerja bakti ini. "Gotong royong bukan hanya tentang membersihkan lingkungan, tetapi juga menjaga harapan bersama agar aliran sungai tetap terawat dan Desa Kace terhindar dari risiko banjir di masa mendatang," ujarnya.
Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan resmi dari Pemerintah Kabupaten Bangka mengenai rencana tindak lanjut pengerukan sungai di Desa Kace.