PANGKALPINANG — Pemerintah Kota Pangkalpinang bersama BKPRMI menggelar wisuda massal bagi ribuan santri Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA) dan Tahfidz 30 Juz. Agenda ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam memperkuat pendidikan karakter berbasis Al-Qur'an bagi generasi muda di ibu kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Wali Kota Pangkalpinang Saparudin berharap para santri yang telah dinyatakan lulus tidak mengakhiri rutinitas mereka dalam mempelajari kitab suci. Ia mendorong agar nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur'an tetap diamalkan dalam aktivitas sehari-hari di lingkungan masyarakat.
"Saya berharap para santri yang diwisuda tidak berhenti mengaji dan teruslah mengamalkan Al-Qur’an dalam aktivitas sehari-hari," kata Saparudin di Pangkalpinang, Minggu lalu.
Dalam arahannya, Saparudin menjelaskan bahwa proses belajar di TPA bukan sekadar mengejar kecerdasan intelektual atau kemampuan berpikir logis semata. Lebih dari itu, pendidikan agama harus mampu melahirkan kecerdasan spiritual yang termanifestasi melalui adab yang baik.
"Al Quran mengajarkan kita, bahwa ilmu itu bukan hanya kecerdasan otak dan berfikir secara rasional, logis saja tetapi juga kecerdasan spiritual sehingga dapat memiliki adab," ujarnya.
Para santri selama ini telah dibekali pemahaman mengenai tata krama, terutama cara bersikap kepada orang tua, guru, hingga teman sebaya. Hal ini dianggap sebagai bekal krusial agar anak-anak memiliki integritas moral saat tumbuh dewasa nanti.
Kegiatan ini merupakan Wisuda Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Taman Kanak-Kanak Al-Qur'an (LPPTKA) DPD Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kota Pangkalpinang Angkatan Ke-XXVI. Selain itu, dilaksanakan pula Wisuda Tahfidz 30 Juz Angkatan Ke-II Tahun 2026.
Wali Kota juga memberikan apresiasi mendalam kepada para guru mengaji. Peran mereka dalam membimbing dan mengajar di masjid-masjid dinilai sebagai faktor utama keberhasilan para santri hingga mencapai tahapan wisuda.
"Saya mengucapkan selamat dan sukses kepada anak-anak yang lulus dan diwisuda dan diharapkan mereka untuk terus belajar dan membaca Al Quran. Jangan sampai setelah dinyatakan lulus tidak lagi membaca Al Quran di TPA maupun masjid," pungkasnya.