Gubernur Babel Hidayat Arsani Perkuat Mitigasi Bencana Cuaca Ekstrem

Penulis: Afrizal Hidayat  •  Rabu, 06 Mei 2026 | 18:03:01 WIB
Gubernur Hidayat Arsani memimpin sosialisasi mitigasi bencana cuaca ekstrem di Pantai Pasir Padi, Pangkalpinang.

PANGKALPINANG — Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mulai mengintensifkan program Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Siaga Bencana bagi masyarakat. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap tingginya potensi kerawanan bencana alam akibat cuaca ekstrem yang kerap melanda wilayah kepulauan tersebut.

Gubernur Kepulauan Babel Hidayat Arsani menjelaskan bahwa wilayahnya memiliki karakteristik geografis yang rentan terhadap perubahan cuaca mendadak. Sosialisasi yang digelar di Pantai Pasir Padi, Pangkalpinang, pada Rabu tersebut bertujuan membekali warga dengan pemahaman teknis mengenai prosedur keselamatan saat situasi darurat terjadi.

Fokus Mitigasi Banjir dan Cuaca Ekstrem di Laut

Kegiatan edukasi ini tidak hanya menyasar masyarakat umum, tetapi juga melibatkan personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta komunitas nelayan. Fokus utama pelatihan mencakup antisipasi banjir, penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), hingga kewaspadaan terhadap gelombang tinggi di perairan.

“Ini penting karena wilayah kita memiliki potensi kerawanan bencana yang cukup tinggi. Kesiapsiagaan dan pemahaman masyarakat ini kunci utama dalam meminimalkan risiko dan dampak yang ditimbulkan oleh bencana alam ini,” ujar Gubernur Hidayat Arsani di sela kegiatan.

Ia menambahkan bahwa urusan kebencanaan tidak bisa hanya bertumpu pada kinerja pemerintah daerah. Dibutuhkan kerja sama yang solid antara otoritas terkait, dunia usaha, dan kesadaran kolektif dari masyarakat untuk menciptakan ketangguhan daerah dalam menghadapi krisis lingkungan.

Nelayan Rasakan Manfaat Edukasi Keselamatan

Iwan, salah seorang nelayan yang menjadi peserta sosialisasi, mengaku pembekalan ini sangat krusial bagi profesinya. Menurutnya, perubahan cuaca di tengah laut sering kali terjadi secara tiba-tiba dan membahayakan keselamatan para pencari ikan yang minim informasi mitigasi.

“Kegiatan seperti ini sangat membantu kami, terutama yang setiap hari melaut. Kadang cuaca berubah cepat, jadi kami memang harus lebih waspada. Dengan adanya sosialisasi ini kami jadi lebih paham bagaimana menjaga keselamatan,” kata Iwan.

Pemerintah berharap melalui penguatan KIE ini, angka kecelakaan laut maupun kerugian materiil akibat bencana darat dapat ditekan secara signifikan. Sinergi antara pemerintah dan warga pesisir menjadi pilar penting mengingat nelayan merupakan elemen vital dalam pembangunan ekonomi daerah.

Momentum Satu Tahun Kepemimpinan

Kegiatan yang berlangsung di pesisir Pangkalpinang ini juga dirangkaikan dengan prosesi potong tumpeng sebagai ungkapan syukur atas satu tahun kepemimpinan Gubernur Hidayat Arsani. Potongan tumpeng diserahkan langsung kepada perwakilan nelayan sebagai simbol kedekatan pemerintah dengan rakyat.

“Penanganan bencana adalah tanggung jawab kita bersama. Sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan, sangat diperlukan untuk menciptakan ketangguhan daerah,” pungkas Hidayat.

Reporter: Afrizal Hidayat
Back to top