TNI Gagalkan Penyelundupan 1,2 Ton Timah di Pelabuhan Tanjung Kalian

Penulis: Lukmanul Hakim  •  Senin, 04 Mei 2026 | 12:08:01 WIB
Personel TNI menggagalkan penyelundupan 1,2 ton timah ilegal di Pelabuhan Tanjung Kalian, Bangka Barat.

MUNTOK — Personel TNI menggagalkan upaya penyelundupan 1,2 ton timah ilegal dalam bentuk balok dan bongkahan di Pelabuhan Tanjung Kalian, Kabupaten Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung. Operasi pengamanan rutin tersebut menjaring satu unit mobil Toyota Innova Reborn bernomor polisi B 1320 ZM yang membawa tiga orang terduga pelaku.

Penangkapan berlangsung pada Minggu (3/5/2026) sekitar pukul 06.38 WIB. Tim gabungan yang terdiri dari anggota Pos Selindung, Pos Belo Laut, dan Tim Intelrem 045/Gaya menghentikan kendaraan tersebut saat hendak menyeberang menuju Pelabuhan Tanjung Api-Api, Palembang. Barang bukti timah ilegal ini rencananya akan dikirim ke Jakarta melalui jalur darat lintas Sumatra.

Oknum TNI dan Dua Mahasiswa Diamankan Petugas

Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan tiga orang yang berada di dalam kendaraan. Berdasarkan pemeriksaan awal, salah satu terduga pelaku berinisial AHAI merupakan oknum anggota TNI dari Korem 045/Gaya. Dua orang lainnya adalah RA, seorang mahasiswa asal Palembang, dan KRH, mahasiswi asal Kabupaten Bangka.

Keterlibatan oknum aparat dalam kasus ini menjadi atensi serius pihak berwenang. Ketiganya langsung menjalani pemeriksaan intensif untuk mendalami peran masing-masing dalam jaringan penyelundupan komoditas tambang strategis tersebut. Petugas juga menyita kendaraan yang digunakan untuk mengangkut balok-balok timah tanpa dokumen resmi itu.

Rute Penyelundupan Timah Ilegal Menuju Jakarta

Hasil pemeriksaan sementara mengungkap bahwa para pelaku menggunakan rute penyeberangan reguler untuk mengelabui petugas. Dari Pelabuhan Tanjung Kalian, mereka berencana menuju Tanjung Api-Api di Sumatra Selatan, kemudian melanjutkan perjalanan darat menuju Pelabuhan Bakauheni di Lampung.

“Hasil pemeriksaan sementara dari keterangan terduga pelaku, aksi penyelundupan ini dilakukan dengan menggunakan rute Pelabuhan Tanjung Kalian menuju Tanjung Api-Api, kemudian melalui Pelabuhan Bakauheni-Merak, dengan tujuan akhir Jakarta,” ujar Kabagpen Satlap Tri Cakti Letkol Cke Angga Nugraha dalam keterangan resminya.

Modus operandi menggunakan kendaraan pribadi jenis MPV menjadi pola yang kerap ditemukan untuk menghindari kecurigaan petugas di pelabuhan. Berat total barang bukti yang mencapai 1,2 ton menunjukkan volume penyelundupan timah keluar dari Pulau Bangka masih cukup tinggi meski pengawasan diperketat.

Pengawasan Ketat di Pintu Keluar Pulau Bangka

Penggagalan ini bermula dari patroli rutin dan pengawasan kendaraan yang dilakukan Tim Intelrem 045/Gaya di area pelabuhan. Petugas mencurigai muatan kendaraan Innova Reborn tersebut sebelum akhirnya melakukan penggeledahan dan menemukan tumpukan balok serta bongkahan timah di bagian dalam mobil.

Tanjung Kalian merupakan titik krusial penyeberangan logistik dan penumpang yang menghubungkan Pulau Bangka dengan daratan Sumatra. Pengawasan di titik ini menjadi kunci untuk menekan angka keluar-masuknya barang ilegal, terutama mineral mentah yang dilarang diperdagangkan secara bebas tanpa izin pemerintah.

Pihak TNI kini melakukan koordinasi lebih lanjut untuk memproses hukum para terduga pelaku sesuai dengan kewenangan masing-masing. Barang bukti 1,2 ton timah tersebut telah diamankan untuk keperluan penyelidikan dan pengembangan kasus guna mengungkap jaringan besar di balik upaya penyelundupan ini.

Reporter: Lukmanul Hakim
Back to top