Pencarian

Kedaulatan Digital Indonesia Dinilai Belum Cukup, Nezar Patria Soroti Kapasitas Komputasi hingga Talenta AI

Kamis, 29 Oktober 2026 • 10:47:31 WIB
Kedaulatan Digital Indonesia Dinilai Belum Cukup, Nezar Patria Soroti Kapasitas Komputasi hingga Talenta AI
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menyampaikan keterangan dalam forum teknologi di Jakarta.

JAKARTA — Kapasitas pusat data Indonesia saat ini diperkirakan mencapai 580 megawatt dan ditargetkan naik menjadi 1,3 gigawatt pada 2027–2028. Angka itu menjadi pijakan diskusi soal kemandirian teknologi, di tengah persaingan regional yang semakin ketat, terutama dengan Malaysia yang dilaporkan memiliki kapasitas lebih besar.

Nezar Patria menegaskan bahwa kedaulatan digital tidak berhenti pada penyimpanan data di dalam negeri. Indonesia juga membutuhkan sumber daya komputasi, tenaga ahli, dan rantai pasok industri yang menopang teknologi canggih.

Sistem AI menuntut prosesor canggih, listrik yang andal, sistem pendingin, dan jaringan komunikasi berkapasitas tinggi. Karena itu, penguatan kemampuan di bidang semikonduktor, perangkat keras, riset, dan pengembangan talenta menjadi syarat yang tidak bisa dilewati.

Empat Prioritas yang Disepakati di Sovereign Tech Summit

Forum di hari keempat Bali Tech Week 2026 itu menghasilkan empat prioritas tindak lanjut. Selain Sovereign Tech Summit, agenda hari tersebut mencakup Digital Economy Policy Forum dan AI for All.

  • Menyusun kajian infrastruktur nasional dalam 30 hari, mencakup jaringan serat optik, kabel bawah laut, dan konektivitas satelit.
  • Mendorong adopsi teknologi melalui proyek percontohan bersama BUMN, perusahaan besar, dan UMKM.
  • Memperkuat pengembangan talenta AI lewat kerja sama universitas, peneliti, dan industri.
  • Menyelaraskan regulasi, termasuk untuk teknologi seperti layanan satelit orbit rendah.

Nezar menekankan bahwa keberhasilan forum semestinya diukur dari tindakan setelah acara. Kajian infrastruktur dalam 30 hari menjadi tolok ukur awal untuk memastikan diskusi teknologi berujung pada program terkoordinasi dengan dampak nyata.

Investasi Pusat Data Baru Bernilai jika Ada Permintaan dari Perusahaan

TelkomGroup melalui bisnis pusat datanya, NeutraDC, memberi perspektif industri soal pengembangan infrastruktur digital nasional. Erik Orbandi, Vice President of Sales and Marketing NeutraDC, disorot dalam pemberitaan pascaacara terkait percepatan adopsi infrastruktur digital berdaulat oleh perusahaan.

Pusat data dan layanan komputasi awan membutuhkan investasi besar. Nilai ekonominya bergantung pada seberapa besar perusahaan dan institusi memanfaatkannya, dengan layanan yang andal dan kompetitif untuk pengolahan data hingga kebutuhan AI.

Investasi tidak otomatis melahirkan inovasi domestik. Tanpa permintaan yang cukup dari perusahaan Indonesia, fasilitas tersebut berisiko memberi kontribusi terbatas.

Sebaliknya, meningkatnya kebutuhan terhadap AI, komputasi awan, dan perangkat lunak lokal dapat menarik investasi, mendukung penyedia teknologi domestik, dan membuka peluang kerja bagi tenaga ahli.

Mengapa Pembangunan Pusat Data Belum Cukup

Pembangunan pusat data, investasi perusahaan teknologi internasional, dan perluasan akses komputasi disebut sebagai langkah penting. Namun semua itu belum menjamin kemandirian teknologi maupun kemakmuran ekonomi.

Tantangan utamanya adalah memastikan investasi memperkuat industri domestik, meningkatkan produktivitas, dan memperluas manfaat ekonomi ke berbagai sektor. Pembuat kebijakan dan pemimpin industri menghadapi pekerjaan yang lebih besar: memastikan AI menciptakan peluang ekonomi bagi seluruh masyarakat, bukan hanya segelintir pelaku.

Follow belitungterkini.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: bangkaindependent.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks