PANGKALAN BALAI — Askolani bertindak sebagai inspektur upacara sekaligus penyampai sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Erick Thohir. Peringatan tahun ini mengangkat tema "Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia".
Peserta upacara mencakup pelajar, mahasiswa, organisasi kepemudaan, dan aparatur sipil negara. Unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah serta para kepala organisasi perangkat daerah turut hadir di lokasi.
Tiga Karakter yang Ditekankan Menpora
Dalam sambutan yang dibacakan Askolani, Menpora menyoroti tiga karakter utama yang perlu dimiliki generasi muda Indonesia. Ketiganya adalah patriotik, gigih, dan berempati.
- Patriotik — mencintai Tanah Air melalui pengabdian dan tindakan nyata, bukan sekadar slogan.
- Gigih — tidak mudah menyerah saat menghadapi kesulitan maupun kegagalan.
- Berempati — memiliki kepedulian terhadap sesama dan peka pada persoalan yang dihadapi masyarakat.
Ketiga karakter tersebut dinilai penting agar generasi muda tidak hanya mengejar keberhasilan pribadi. Pemuda diharapkan mampu memberi kontribusi bagi bangsa dan negara.
"Patriotisme tanpa kepedulian akan kehilangan maknanya. Kegigihan tanpa nurani akan kehilangan arahnya. Dan kemajuan tanpa kemanusiaan bukanlah kemajuan yang sesungguhnya," demikian salah satu pesan dalam sambutan Menpora.
Belajar dari Ikrar 98 Tahun Silam
Askolani menyampaikan bahwa 98 tahun lalu para pemuda Indonesia mengikrarkan janji yang menyatukan perbedaan. Ikrar itu memperkuat perjuangan dan meneguhkan tekad berdiri sebagai satu bangsa, Indonesia.
Semangat persatuan itu, menurut pesan dalam sambutan, tidak boleh berhenti sebagai catatan sejarah. Nilai-nilainya harus terus tertanam dalam karakter generasi penerus bangsa.
"Kemajuan sejati dimulai dari manusia. Dari karakter. Dari hati yang mencintai tanah air, dari jiwa yang tidak menyerah, dan dari kepedulian terhadap sesama," demikian pesan Menpora yang dibacakan Bupati Banyuasin.
Pemuda Diajak Berani Bermimpi dan Berkarya
Selain menanamkan karakter, generasi muda diajak berani memiliki cita-cita besar. Mereka diminta bekerja keras dan terus menghasilkan karya tanpa mengabaikan kepedulian terhadap orang lain.
Pemuda diharapkan tumbuh menjadi pemimpin yang berani mengambil tanggung jawab sekaligus bersedia melayani masyarakat. Ilmu pengetahuan, karya, dan pengorbanan yang diberikan hendaknya menjadi bentuk nyata kecintaan terhadap Indonesia.
Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Kabupaten Banyuasin menjadi momentum memperkuat komitmen membangun generasi penerus yang berkarakter. Generasi yang tangguh menghadapi tantangan serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.