Pencarian

Sumur GNK-114 Prabumulih Berproduksi 2.955 BOPD, Pertamina EP Tuntaskan Pengeboran

Kamis, 01 Oktober 2026 • 08:22:02 WIB
Sumur GNK-114 Prabumulih Berproduksi 2.955 BOPD, Pertamina EP Tuntaskan Pengeboran
Sumur pengembangan GNK-114 di Lapangan Prabumulih menghasilkan uji produksi awal 2.955 BOPD dan 1,45 juta standar kaki kubik gas per hari.

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — PT Pertamina EP Asset 2 (PHR Zone 4) menuntaskan pengeboran sumur pengembangan GNK-114 di Struktur Gunung Kemala, Lapangan Prabumulih, Sumatera Selatan, dengan hasil uji produksi awal 2.955 barel minyak per hari (BOPD) dan 1,45 juta standar kaki kubik gas per hari. Capaian ini menambah pasokan energi nasional dari salah satu lapangan tua di Sumsel. Hasil uji tersebut menjadi sinyal positif bagi target produksi Pertamina EP di wilayah operasi Sumatera Bagian Selatan.

Paragraf pembuka: Sumur GNK-114 berada di Lapangan Prabumulih, salah satu wilayah kerja Pertamina EP Asset 2 yang dikelola melalui PHR Zone 4. Angka 2.955 BOPD itu merupakan hasil uji produksi awal, bukan produksi puncak jangka panjang. Uji sumur biasanya menjadi tahap pertama sebelum penentuan strategi produksi lanjutan.

Hasil Uji Sumur dan Konteks Lapangan Prabumulih

Lapangan Prabumulih sudah lama menjadi tulang punggung produksi minyak dan gas di Sumatera Selatan. Struktur Gunung Kemala, tempat GNK-114 dibor, termasuk area yang terus dikembangkan Pertamina EP untuk menahan laju penurunan produksi alami.

Selain minyak, sumur ini mengalirkan gas 1,45 juta standar kaki kubik per hari. Kombinasi minyak dan gas dari satu sumur membuat hasil uji GNK-114 dinilai cukup menjanjikan.

Pengeboran sumur pengembangan seperti GNK-114 bertujuan memastikan cadangan yang sudah terpetakan bisa dialirkan ke permukaan. Keberhasilan uji produksi awal menjadi dasar untuk menyambungkan sumur ke fasilitas produksi terdekat.

Dampak ke Produksi dan Penerimaan Negara

Tambahan 2.955 BOPD dari satu sumur memberi kontribusi nyata bagi produksi harian Pertamina EP Asset 2. Setiap barel yang terjual menambah penerimaan negara dari sektor hulu migas melalui bagi hasil dan royalti.

Bagi masyarakat Sumatera Selatan, produksi sumur di wilayah Prabumulih berdampak pada aktivitas ekonomi lokal. Lapangan migas menyerap tenaga kerja, membeli jasa penunjang, dan menghidupkan usaha di sekitar lokasi operasi.

Pemerintah daerah juga menerima dana bagi hasil migas yang dihitung dari produksi lapangan di wilayahnya. Karena itu, keberhasilan sumur pengembangan bukan hanya urusan perusahaan, tetapi juga berkaitan dengan anggaran daerah penghasil.

Langkah Setelah Uji Produksi

Setelah uji produksi awal, tahap berikutnya adalah menyiapkan sumur agar bisa berproduksi secara berkelanjutan. Proses itu mencakup penyambungan ke jaringan pipa, instalasi fasilitas permukaan, dan penentuan laju produksi optimal.

Pertamina EP Asset 2 belum merinci target produksi puncak GNK-114 maupun jadwal komersialisasi penuh. Namun, hasil uji ini menjadi modal untuk merancang pengembangan sumur-sumur berikutnya di Struktur Gunung Kemala.

Lapangan Prabumulih sendiri menghadapi tantangan alamiah berupa penurunan tekanan reservoir dan kandungan air yang meningkat seiring usia produksi. Sumur pengembangan seperti GNK-114 menjadi salah satu cara menahan penurunan itu.

Penutup: Keberhasilan GNK-114 menunjukkan lapangan Prabumulih masih menyimpan potensi yang bisa dikembangkan. Bagi Pertamina EP Asset 2, sumur ini menjadi pijakan untuk melanjutkan pengeboran pengembangan di wilayah kerja Sumatera Bagian Selatan.

Follow belitungterkini.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: dunia-energi.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks