PANGKALPINANG — Layanan Mobil Sehat PT TIMAH menjangkau masyarakat di wilayah operasional perusahaan, mulai dari Bangka Belitung, Kepulauan Riau, hingga Jakarta. Pemeriksaan kesehatan, konsultasi medis, pemberian obat, dan edukasi pola hidup sehat menjadi paket layanan yang diberikan di setiap titik.
Sasaran utama program ini adalah warga di dusun-dusun yang jauh dari fasilitas kesehatan. Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, sebanyak 2.301 orang tercatat memanfaatkan layanan tersebut di 18 titik yang tersebar di tiga wilayah.
Warga Bangka Tengah dan Bangka Selatan Rasakan Manfaat Pemeriksaan Rutin
Lilis (24), warga Bangka Tengah, mengaku terbantu karena bisa mengetahui kondisi gula darah, kolesterol, dan tekanan darahnya. Pemeriksaan itu memberinya gambaran awal soal kondisi tubuh yang selama ini jarang dicek.
Hal serupa dirasakan Yurni (61), warga Bangka Selatan. Ia mengapresiasi pelayanan Mobil Sehat yang memberikan pemeriksaan dan obat sesuai kebutuhannya. Yurni berharap program tersebut terus berlanjut agar semakin banyak warga kurang mampu yang mendapat layanan kesehatan.
Wakil Bupati Bangka Barat: Pelayanan Kesehatan Gratis Sudah Ditunggu Masyarakat
Wakil Bupati Bangka Barat, H. Yus Derahman, menilai program Mobil Sehat membantu masyarakat memperoleh layanan kesehatan yang mudah dijangkau. Ia berharap kegiatan ini terus dilaksanakan dan diperluas hingga ke desa-desa dan kecamatan di Bangka Barat.
"Pelayanan kesehatan gratis ini memang sudah ditunggu oleh masyarakat. Artinya, pelayanan seperti ini memang sangat dibutuhkan, apalagi pelaksanaannya dilakukan secara berkala," ujarnya.
PT TIMAH Dorong Kesadaran Pemeriksaan Kesehatan Berkala
Melalui program ini, PT TIMAH berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala. Perusahaan juga menargetkan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat di wilayah operasionalnya.
Program Mobil Sehat menyasar wilayah dengan keterbatasan akses fasilitas kesehatan, sehingga kehadirannya dinilai relevan bagi warga yang selama ini kesulitan menjangkau puskesmas atau rumah sakit. Layanan diberikan secara berkala di titik-titik yang telah ditentukan perusahaan.
Ke depan, cakupan layanan diharapkan meluas mengikuti kebutuhan warga di desa dan kecamatan, sejalan dengan harapan pemerintah daerah setempat.