KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Prime Natuna EP menemukan indikasi positif hidrokarbon pada empat lapisan reservoir sumur eksplorasi Bekantan-1 di Wilayah Kerja Natuna Sea Blok A. Temuan ini memperkuat hasil sumur Laba-Laba-1 dan membuka jalan percepatan produksi gas di Laut Natuna Barat.
Sumur Bekantan-1 dibor secara directional dengan profil J-type hingga kedalaman akhir 5.945 ftMD atau 5.665 ftTVD, dengan inklinasi 38 derajat di titik akhir pengeboran. Pengeboran dimulai 28 Agustus 2026 menggunakan Jack Up Rig Admarine-502, dan kini sumur telah diamankan melalui pemasangan Temporary Abandonment (TA) Cap.
Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) Djoko Siswanto menyatakan pengeboran itu merupakan bagian dari kampanye tiga sumur eksplorasi di Laut Natuna Barat, yakni Laba-Laba-1, Bekantan-1, dan Tenggiling South-1.
"Pengeboran Sumur Eksplorasi Bekantan-1 berhasil mendapatkan gas di WK Natuna Sea Blok A yang dioperasikan oleh KKKS Prime Natuna EP," kata Djoko dalam keterangannya, Rabu (23/9).
Empat Lapisan Hidrokarbon dan Estimasi Awal
Berdasarkan akuisisi data melalui Logging While Drilling (LWD), total gas monitoring, pressure test, fluid identification, Mini-DST, dan fluid sampling, ditemukan indikasi positif hidrokarbon pada empat lapisan reservoir: UA Aa-10, UA Aa-8, MA Ca-5, dan MA Ca-3.
Keempat lapisan itu berada pada interval kedalaman sekitar 4.155–5.630 ftMD. Hasil evaluasi sementara post-drill menunjukkan total net pay sekitar 97 feet dengan estimasi awal deliverability sekitar 12 MMSCFD.
Angka itu melengkapi temuan sumur Laba-Laba-1 yang lebih dulu mengindikasikan keberadaan gas pada reservoir Upper Arang. Evaluasi awal sumur tersebut menunjukkan potensi gas in-place sekitar 50 BCF, dengan total net pay 122 feet dan estimasi deliverability 20–30 MMSCFD.
Efisiensi Waktu dan Catatan Keselamatan
Dari sisi operasi, pengeboran Bekantan-1 selesai dalam estimasi 30 hari, lebih cepat dari rencana awal 45 hari. Kampanye eksplorasi Natuna juga mencatatkan 85.104 safe man-hours sejak dimulai 25 Juli 2026.
Djoko menilai hasil positif dari Laba-Laba-1 dan Bekantan-1 menjadi capaian penting dalam kampanye eksplorasi WK Natuna Sea Blok A. Temuan ini, katanya, memberikan indikasi yang konsisten terhadap potensi gas di wilayah tersebut.
Langkah Selanjutnya: Menuju Production Completion
Bekantan-1 dan Laba-Laba-1 direncanakan dipersiapkan menuju tahap production completion. Langkah tersebut diharapkan mempercepat transisi kedua sumur dari tahap eksplorasi menuju produksi.
"Bekantan-1 dan Laba-Laba-1 direncanakan untuk dipersiapkan menuju production completion, sehingga dapat mendukung percepatan transisi dari tahap eksplorasi menuju produksi pada kesempatan pertama," jelas Djoko.
Sumur eksplorasi berikutnya, Tenggiling South-1, rencananya dibor pekan depan. Djoko meminta dukungan dan doa agar pengeboran sumur ketiga itu berjalan lancar.
Hasil kampanye eksplorasi ini akan menjadi dasar evaluasi lebih lanjut, termasuk persiapan pengembangan dan upaya mempercepat monetisasi potensi gas di Laut Natuna Barat.