Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (Karantina) Kepulauan Bangka Belitung menjadikan efisiensi anggaran sebagai disiplin organisasi dalam pelayanan publik. Kepala Karantina Babel Herwintarti di Pangkalpinang, Selasa, menyebut cakupannya mulai dari penghematan listrik, digitalisasi dokumen, hingga pembatasan perjalanan dinas.
PANGKALPINANG — Perjalanan dinas di lingkungan Karantina Babel kini lebih selektif. Setiap usulan perjalanan harus jelas kontribusinya terhadap kinerja instansi. Rapat internal yang sebelumnya mengharuskan tatap muka, banyak dialihkan ke format daring demi menekan biaya tanpa mengurangi koordinasi.
Herwintarti menjelaskan pendekatannya tidak rumit, tetapi konsisten. “Pendekatannya tidak rumit, tetapi konsisten yaitu dengan mengurangi pemborosan, memaksimalkan penggunaan sumber daya dan memastikan setiap pengeluaran punya nilai jelas,” kata Kepala Karantina Kepulauan Babel itu di Pangkalpinang, Selasa.
Digitalisasi Dokumen Kurangi Kertas dan Tinta
Di sisi operasional, Karantina Babel memanfaatkan teknologi untuk menekan biaya. Digitalisasi dokumen mengurangi kebutuhan kertas dan tinta, sekaligus mempercepat proses administrasi. Hal ini disebut Herwintarti sebagai langkah sederhana yang berdampak nyata pada efisiensi belanja.
Hemat Listrik, AC Diatur Lebih Rasional
Penghematan dimulai dari hal yang sering dianggap kecil. Penggunaan listrik dikendalikan ketat, terutama untuk lampu, pendingin ruangan, dan perangkat kerja. Ruangan yang tidak digunakan tidak dibiarkan menyala, sementara suhu AC diatur lebih rasional, tidak berlebihan.
“Kebiasaan sederhana ini perlahan membentuk pola kerja yang lebih sadar energi,” kata Herwintarti.
Perilaku Pegawai Kunci Keberhasilan Efisiensi
Herwintarti mendorong setiap pegawai lebih sadar terhadap penggunaan fasilitas kantor. Bukan hanya soal mematikan listrik, tetapi juga membangun kebiasaan menggunakan sumber daya seperlunya. Menurutnya, tanpa perubahan perilaku, kebijakan sebaik apa pun akan sulit bertahan.
“Ini penting, karena tanpa perubahan perilaku, kebijakan sebaik apa pun akan sulit bertahan dan dilakukan dengan baik,” ujarnya.
Cahaya Alami Optimalkan Penerangan Kantor
Untuk menekan konsumsi listrik lebih jauh, Karantina Babel juga mengoptimalkan cahaya alami. Pada jam kerja pagi hingga siang, ruang kerja diarahkan memanfaatkan pencahayaan dari luar. Langkah ini membuat lingkungan kerja terasa lebih segar dan tidak monoton.
“Penghematan energi tidak akan berhasil tanpa perubahan kebiasaan,” kata Herwintarti.
Melalui langkah-langkah tersebut, Balai Karantina Babel menempatkan efisiensi anggaran sebagai bagian dari disiplin organisasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Fokus utamanya tetap pada pelayanan publik yang efektif dengan pengeluaran yang jelas nilai manfaatnya.