JAKARTA — Harga emas batangan Antam kembali mencatatkan penguatan pada perdagangan Kamis (09.27 WIB). Berdasarkan pantauan di laman Logam Mulia, harga dasar emas ukuran 1 gram naik Rp 20.000 dari posisi sebelumnya Rp 2.680.000 menjadi Rp 2.700.000.
Kenaikan ini sejalan dengan harga buyback atau pembelian kembali emas oleh Antam yang kini berada di level Rp 2.546.000 per gram. Artinya, selisih antara harga jual dan harga beli kembali saat ini mencapai Rp 154.000 per gram.
Harga Emas Antam Ukuran 0,5 Gram hingga 1.000 Gram
Untuk masyarakat yang ingin berinvestasi dengan modal lebih ringan, harga emas Antam ukuran 0,5 gram dibanderol Rp 1.400.000. Sementara untuk ukuran 2 gram, harga mencapai Rp 5.340.000.
Berikut daftar lengkap harga emas Antam hari ini:
- Emas 0,5 gram: Rp 1.400.000
- Emas 1 gram: Rp 2.700.000
- Emas 2 gram: Rp 5.340.000
- Emas 3 gram: Rp 7.985.000
- Emas 5 gram: Rp 13.275.000
- Emas 10 gram: Rp 26.495.000
- Emas 25 gram: Rp 66.112.000
- Emas 50 gram: Rp 132.145.000
- Emas 100 gram: Rp 264.212.000
- Emas 250 gram: Rp 660.265.000
- Emas 500 gram: Rp 1.320.320.000
- Emas 1.000 gram: Rp 2.640.600.000
Berapa Pajak yang Dikenakan untuk Transaksi Emas?
Perlu dicermati bagi investor, setiap transaksi jual beli emas Antam dikenakan pajak sesuai ketentuan yang berlaku. Untuk pembelian emas batangan, dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 0,25 persen dari harga dasar yang tertera di laman resmi Logam Mulia.
Sementara itu, khusus untuk transaksi buyback dengan nilai di atas Rp 10.000.000, akan dikenakan PPh Pasal 22 sebesar 1,5 persen. Pajak tersebut dipotong langsung dari total nilai transaksi pada saat pelaksanaan buyback.
Harga Sewaktu-waktu Bisa Berubah, Cek Sebelum Transaksi
Harga emas Antam merupakan harga yang fluktuatif dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti pergerakan pasar global. Masyarakat yang hendak bertransaksi disarankan untuk selalu memantau laman resmi Logam Mulia untuk mendapatkan harga terbaru.
Kenaikan harga emas kali ini melanjutkan tren penguatan yang sempat terjadi pada perdagangan sebelumnya. Bagi masyarakat Kepulauan Bangka Belitung yang terbiasa menyimpan dana dalam bentuk logam mulia, momentum ini bisa menjadi pertimbangan untuk merealisasikan keuntungan atau menambah porsi investasi.