JAKARTA — Kerja sama itu mencakup penerimaan peserta didik, pengelolaan operasional lembaga pendidikan, manajemen kehadiran, hingga penyelenggaraan pembelajaran digital. Metranet merupakan anak perusahaan Telkom Group yang bergerak di bidang business to business (B2B) IT solution berbasis big data dan artificial intelligence (AI).
Faisal Yusuf menyebut kolaborasi dengan Jayantara sebagai bagian dari komitmen Metranet mempercepat transformasi digital nasional, termasuk di sektor pendidikan.
Metranet dan Jayantara memandang digitalisasi pendidikan tidak berhenti pada penerapan teknologi secara individual. Kedua perusahaan menekankan keterhubungan berbagai proses dalam ekosistem pendidikan sebagai fokus utama.
Setiap tahapan dinilai punya peran penting untuk membangun layanan pendidikan yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi. Pendekatan itu yang mendasari penggabungan kapabilitas kedua pihak dalam nota kesepahaman tersebut.
Ada empat ranah utama yang menjadi sasaran pemanfaatan solusi digital dalam kerja sama ini:
Keempatnya dirangkai sebagai satu alur layanan, bukan aplikasi terpisah-pisah. Dengan cara itu, sekolah dan lembaga pendidikan bisa mengelola proses secara lebih terintegrasi.
Penggabungan kapabilitas dan portofolio membuka peluang pengembangan pasar yang lebih luas bagi Metranet maupun Jayantara. Kerja sama ini juga diposisikan memperkuat pemanfaatan teknologi dalam mendukung pengelolaan pendidikan.
Bagi Metranet, langkah ini menjadi kerja sama strategis kedua dengan mitra bisnis dalam mengoptimalkan sinergi produk digital. Sasaran yang dikejar: transformasi digital yang lebih terintegrasi, efektif, dan berkelanjutan.
Nota kesepahaman menjadi payung awal sebelum kesepakatan teknis dan komersial dijabarkan lebih rinci. Belum ada keterangan mengenai target jumlah sekolah, nilai kontrak, atau jadwal implementasi dari kedua perusahaan.
Yang jelas, arah kolaborasi sudah ditetapkan pada perluasan solusi digital di sektor pendidikan. Implementasi di lapangan akan menjadi ujian apakah sinergi portofolio ini benar-benar menyentuh operasional sekolah, bukan berhenti di dokumen kerja sama.