Dari Gorengan ke Warung Sembako, Rahmat di Garut Kini Layani 60 Pelanggan per Hari Berkat KUR BRI

Penulis: Nofrizal Hasan  •  Senin, 19 Oktober 2026 | 15:45:31 WIB
Rahmat Hidayat melayani pelanggan di warung sembako miliknya di Kampung Cilingga, Desa Padahurip, Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut.

GARUT — Usaha yang ditekuni Rahmat Hidayat sejak 2023 itu kini mencakup warung sembako dan jual beli hasil bumi di Kampung Cilingga, Desa Padahurip, Kecamatan Banjarwangi. Sebelumnya, Rahmat hanya berjualan gorengan sebelum memutuskan memanfaatkan KUR BRI untuk menambah modal.

Menurut Rahmat, bunga KUR BRI yang ringan menjadi salah satu alasan ia memilih fasilitas pembiayaan tersebut. Pelayanan dari pihak bank juga disebutnya memudahkan proses pengajuan.

"Awalnya saya hanya berjualan gorengan. Saya kemudian terinspirasi untuk mengembangkan usaha dengan memanfaatkan KUR BRI. Selain bunganya ringan, pelayanan yang saya terima juga sangat membantu. Alhamdulillah, usaha saya dapat terus berkembang hingga saat ini," ujar Rahmat.

Persediaan Barang Bertambah, Pelanggan Ikut Naik

Dampak permodalan itu terlihat langsung pada kapasitas warung. Jika sebelumnya Rahmat hanya mampu menyediakan satu hingga dua dus untuk sejumlah produk, kini persediaannya bisa lebih banyak dari jumlah tersebut.

Penambahan stok membuat warungnya mampu memenuhi kebutuhan warga dengan lebih lengkap. Jumlah pelanggan yang datang setiap hari pun ikut bertambah, dari sekitar 10 orang menjadi hingga 60 orang.

"Setelah mendapatkan KUR BRI, persediaan barang di warung menjadi lebih banyak sehingga saya dapat melayani kebutuhan pelanggan dengan lebih baik. Penjualan juga meningkat seiring bertambahnya pelanggan yang datang setiap hari," ungkap Rahmat.

Dari Satu Lapak Gorengan ke Dua Lini Usaha

Perjalanan usaha Rahmat mencerminkan pola yang kerap ditemui di kampung-kampung: modal kecil, produk sederhana, lalu bertumbuh bertahap. Gorengan yang dulu jadi tumpuan kini hanya bagian dari riwayat awal usahanya.

Kini Rahmat mengelola dua lini sekaligus, yakni warung sembako dan jual beli hasil bumi. Keduanya menopang pendapatan harian keluarganya di Banjarwangi, salah satu kecamatan di selatan Kabupaten Garut.

Bagi warga yang ingin menempuh jalan serupa, kisah Rahmat menunjukkan bahwa penambahan modal usaha mikro tidak selalu harus dimulai dari skala besar. Persediaan barang yang lebih rapi dan lengkap menjadi kunci menarik pelanggan tetap.

Reporter: Nofrizal Hasan
Sumber: bangkaindependent.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top