BELITUNG TIMUR — Kebutuhan listrik untuk fasilitas pendidikan terus menjadi perhatian PLN di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Selain penerangan, pasokan yang stabil dibutuhkan untuk mengoperasikan perangkat teknologi informasi, administrasi, dan berbagai sarana pendukung pembelajaran.
General Manager PLN UIW Bangka Belitung, Ira Savitri, menegaskan ketersediaan energi listrik merupakan bagian penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang produktif dan modern di daerah itu.
"Penyediaan energi listrik yang andal merupakan bagian penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang produktif serta mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di Belitung Timur," ujar Ira dalam keterangan tertulis, Kamis (28/8).
Seiring berkembangnya fasilitas pendidikan, PLN berkomitmen memastikan kebutuhan pelanggan dapat terpenuhi. Penambahan daya ini mengantisipasi lonjakan kebutuhan operasional sekolah, mulai dari ruang kelas hingga laboratorium.
SMA Unggul Garuda Belitung Timur merupakan proyek sekolah yang mulai beroperasi pada Agustus 2026. Dengan tambahan daya sebesar 240.000 VA, seluruh aktivitas belajar mengajar diharapkan berjalan tanpa hambatan kelistrikan.
Project Consultant SMA Unggul Garuda Belitung Timur, Wuryanto, mengapresiasi pelayanan PLN selama proses penyambungan listrik untuk proyek pembangunan sekolah tersebut. Ia menilai respons cepat petugas PLN mempermudah tahapan pembangunan hingga gedung siap digunakan.
Penambahan daya di Kecamatan Kelapa Kampit ini menjadi salah satu langkah strategis mendukung pemerataan kualitas pendidikan di kawasan timur Pulau Belitung. PLN memastikan pasokan energi bukan menjadi kendala bagi lembaga pendidikan yang membutuhkan keandalan listrik.