TOBOALI — Aktivitas warga di Alun-alun Himpang Lime Habang, Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, kembali normal setelah area tersebut dibersihkan dari sisa-sisa sampah pasca-penutupan Gebyar UMKM Kemerdekaan PWI Bangka Selatan. Petugas kebersihan atau yang akrab disapa Pasukan Kuning dari DLH Bangka Selatan langsung bergerak ke lapangan begitu acara resmi ditutup.
Mereka menyisir sejumlah sudut alun-alun yang menjadi lokasi bazar dan aktivitas pengunjung selama beberapa hari terakhir. Sampah yang ditinggalkan, mulai dari kemasan makanan hingga botol minuman, dikumpulkan dan diangkut ke tempat pembuangan agar tidak mengganggu kenyamanan warga yang beraktivitas di akhir pekan.
Kepala Bidang DLH Bangka Selatan, Juliandi, menyatakan bahwa pembersihan dilakukan segera setelah kegiatan usai sebagai bentuk komitmen menjaga kebersihan ruang publik. Langkah ini diambil agar sampah tidak sempat menumpuk dan menimbulkan bau atau pemandangan yang kurang sedap bagi pengunjung yang datang belakangan.
"Kami berupaya memastikan kebersihan kawasan tetap terjaga selama hingga berakhirnya kegiatan," ujar Juliandi dalam keterangannya, Sabtu (29/8/2026). Pihaknya menurunkan tim dalam jumlah cukup untuk mempercepat proses pembersihan di area seluas alun-alun tersebut.
Gebyar UMKM Kemerdekaan yang digagas PWI Bangka Selatan ini menjadi ajang bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah untuk memasarkan produknya. Kehadiran ribuan pengunjung selama acara berlangsung otomatis meningkatkan volume sampah harian di kawasan tersebut.
Dengan kondisi alun-alun yang kembali bersih, warga Toboali dapat kembali memanfaatkan fasilitas umum ini untuk berolahraga atau sekadar bersantai. Perawatan rutin pasca-event seperti ini dinilai penting untuk menjaga citra kota dan mendukung kelancaran kegiatan masyarakat selanjutnya.