PANGKALPINANG — Kebiasaan terburu-buru saat hendak berkendara kerap membuat pengendara sepeda motor mengabaikan hal-hal kecil yang justru krusial bagi keselamatan. Padahal, memastikan kesiapan diri dan kendaraan hanya butuh waktu sekitar 30 detik sebelum roda mulai berputar.
Honda Bangka Belitung melalui program edukasi keselamatan berkendara (safety riding) terus mengampanyekan kebiasaan ini. Masyarakat diajak untuk menjadikan momen singkat tersebut sebagai rutinitas wajib, bukan sekadar anjuran, agar perjalanan lebih aman dan nyaman.
PIC Safety Riding Honda Babel, Hariyansha, menjelaskan bahwa waktu 30 detik tersebut cukup untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh. Ia menekankan agar pengendara tidak terburu-buru karena kebiasaan kecil ini berdampak besar pada fokus dan kewaspadaan di perjalanan.
"Sebelum motor mulai bergerak, luangkan waktu sekitar 30 detik untuk memastikan semuanya sudah siap. Jangan terburu-buru, karena kebiasaan sederhana sebelum berkendara bisa membantu kita lebih fokus dan meminimalkan risiko di perjalanan," ujar Hariyansha.
Lima langkah yang disarankan meliputi:
Hariyansha menegaskan bahwa persiapan ini wajib dilakukan setiap kali hendak berkendara, termasuk untuk perjalanan yang hanya menempuh jarak dekat. Justru pada perjalanan singkat, kewaspadaan sering kali menurun dan berpotensi memicu kelalaian.
"Jangan karena jaraknya dekat kemudian kita mengabaikan persiapan. Justru biasakan 30 detik ini setiap kali akan berkendara. Pikirkan kondisi diri, cek kendaraan, pastikan pandangan aman, kendaraan siap, dan gunakan perlengkapan keselamatan. Setelah semuanya siap, baru mulai perjalanan," tambahnya.
Melalui kampanye berkelanjutan ini, Honda Babel berharap kesadaran masyarakat terhadap keselamatan berkendara meningkat. Perjalanan yang aman tidak dimulai saat melaju di jalan, melainkan sejak detik-detik sebelum mesin dinyalakan.