BELITUNG TIMUR — Aktivitas pertambangan timah masih menjadi penopang utama perputaran uang di Kabupaten Belitung Timur. Ketika sektor ini melambat, dampaknya langsung terasa hingga ke lapisan ekonomi paling bawah, mulai dari pedagang pasar, warung kopi, hingga penyedia jasa.
Endang Purwono, pelaku UMKM asal Kampung Baru yang juga aktif di komunitas ekonomi kreatif, mengungkapkan kondisi perekonomian di lingkungannya tengah sepi. Ia menuturkan, penurunan omzet paling terasa di sektor kuliner.
"Dari pasar, kegiatan aktivitas di pasar sepi. Di warung-warung kopi juga sepi. Omzet teman yang punya warung kopi jauh turun," kata Endang, Sabtu (21/12/2024).
Menurut Endang, kondisi ini menunjukkan bahwa ekonomi masyarakat Belitung Timur belum mampu lepas dari bayang-bayang komoditas timah. Penghasilan dari aktivitas tambang menjadi uang yang kembali berputar melalui belanja harian, kuliner, dan produk UMKM.
"Kalau timah harganya lebih bagus, masyarakat punya uang lebih, pasar pasti ramai. Mereka juga punya uang lebih untuk jalan-jalan atau belanja produk UMKM," ujarnya.
Endang berharap pemerintah daerah dan pihak terkait mampu memberikan kepastian hukum serta solusi bagi masyarakat yang menggantungkan hidupnya di sektor timah. Ia juga mendorong adanya penambahan mitra pembelian agar masyarakat memiliki lebih banyak akses untuk memasarkan hasil produksinya.
"Perbanyak mitranya agar masyarakat tidak merasa kebingungan harus menjual ke mana," katanya.
Selain itu, ia meminta agar komunikasi antara masyarakat, pemerintah, dan PT Timah diperkuat melalui sosialisasi dan dialog langsung. Ia juga mengingatkan masyarakat untuk lebih bijak menyaring informasi di media sosial dan tidak mudah percaya terhadap berita yang belum terverifikasi.