Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan Green Energy Ecosystem Technopark (GEET) di Pulau Rengit, Belitung, Kepulauan Bangka Belitung, sebagai proyek percontohan nasional pemanfaatan teknologi hidrogen untuk pembangkit listrik. Fasilitas pionir yang dibangun PT PLN (Persero) ini menjadi yang pertama di Indonesia dan akan direplikasi ke pulau-pulau kecil lainnya di seluruh Tanah Air. Peresmian ini sekaligus menandai dimulainya implementasi peta jalan hidrogen nasional 2025–2034.
BELITUNG — Pulau Rengit di Kabupaten Belitung resmi menjadi lokasi pertama pembangunan ekosistem energi hijau terpadu berbasis hidrogen di Indonesia. Proyek yang diinisiasi sejak empat tahun lalu, bertepatan dengan momentum G20, ini diharapkan menjadi solusi ketahanan energi bagi wilayah kepulauan.
Direktur Energi Baru Direktorat Jenderal EBTKE Kementerian ESDM, Senda Hurmuzan Kanam, menyampaikan apresiasi kepada PLN Puslitbang atas realisasi proyek pionir tersebut. Ia menegaskan bahwa teknologi yang diaplikasikan di Pulau Rengit merupakan yang baru dan pertama kali ada di Indonesia.
Berbeda dengan pembangkit konvensional, GEET Pulau Rengit mengaplikasikan teknologi hidrogen sebagai sumber energi untuk pembangkit listrik. Kehadiran fasilitas ini menjawab tantangan penyediaan listrik di daerah kepulauan yang selama ini kerap bergantung pada logistik bahan bakar minyak.
"Ini merupakan teknologi yang baru dan pertama kali di Indonesia dan Bangka Belitung menjadi contoh nasional untuk pengembangan teknologi hidrogen pembangkit listrik," kata Senda di Pulau Rengit, Sabtu.
Proyek ini tidak berdiri sendiri. Pembangunannya merupakan bagian dari Rencana Aksi Nasional (RAN) Roadmap Hidrogen dan Amonia 2025–2034 yang tengah digarap pemerintah pusat. Senda menegaskan bahwa peresmian GEET Pulau Rengit sangat selaras dengan peta jalan hidrogen Indonesia.
"Program ini merupakan bagian dari pengembangan teknologi hidrogen yang tercantum dalam Rencana Aksi Nasional (RAN) Roadmap Hidrogen dan Amonia 2025–2034. Jadi, apa yang diresmikan hari ini sangat selaras dengan peta jalan hidrogen Indonesia," ujarnya.
Keberhasilan proyek percontohan ini akan segera dilaporkan langsung kepada Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Senda menyatakan dukungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menjadi salah satu kunci kelancaran pembangunan GEET di pulau tersebut.
Ia berharap peresmian ini dapat menjadi referensi utama bagi pengembangan infrastruktur energi bersih berbasis hidrogen di daerah kepulauan lain. Kolaborasi antara Kementerian ESDM, PLN, dan pemerintah daerah dinilai solid untuk mewujudkan ketahanan energi nasional yang bersih, modern, dan berkelanjutan.
"Semoga kolaborasi antara Kementerian ESDM, PLN, dan pemerintah daerah terus berjalan solid demi mewujudkan ketahanan energi nasional yang bersih, modern, dan berkelanjutan," katanya.