PANGKALPINANG — BPJS Ketenagakerjaan menggandeng Pemerintah Kota Pangkalpinang dalam program bertajuk "Bangkit Merajut Kemandirian Menuju Kesejahteraan Berkelanjutan". Kegiatan yang berlangsung serentak secara nasional ini menyasar para penerima manfaat agar tidak berhenti pada perlindungan sosial, tetapi mampu menciptakan peluang usaha.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Pangkalpinang, Evi Haliyati Rachmat, menyebut pendampingan ini menjadi bekal bagi peserta untuk mengembangkan potensi ekonomi yang dimiliki. "PEKA merupakan program untuk memberikan pendampingan dan manfaat kepada para pelaku ekonomi. Hari ini kegiatan dilaksanakan serempak secara nasional dan di Pangkalpinang kita hadir bersama 50 penerima manfaat," ujarnya.
Para peserta yang hadir terdiri dari tiga kategori, yakni ahli waris peserta yang meninggal dunia, penerima Jaminan Hari Tua (JHT), serta mereka yang memasuki masa pensiun. Kelompok ini dinilai paling membutuhkan transisi menuju kemandirian finansial setelah aliran pendapatan tetap berhenti.
Evi menambahkan, kegiatan ini diharapkan menjadi titik tolak bagi penerima manfaat untuk berani membuka usaha. "Kami berharap setelah mengikuti kegiatan ini, bapak dan ibu dapat semakin mandiri dan mampu menciptakan peluang usaha," katanya.
Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin, menilai kehadiran BPJS Ketenagakerjaan tidak sekadar memberikan santunan. Menurutnya, pembekalan keterampilan justru menjadi nilai lebih agar masyarakat tidak bergantung pada bantuan.
"BPJS hadir dengan upaya memberikan semangat, latihan dan bekal kepada bapak dan ibu agar bisa maju dan berkembang," ujar Saparudin di sela-sela acara.
Orang nomor satu di Pangkalpinang itu menegaskan bahwa penyediaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan merupakan tugas pokok pemerintah daerah. "Salah satu tugas pemerintah adalah memastikan masyarakat memiliki kesempatan untuk bekerja dan meningkatkan kesejahteraannya. Ini menjadi tanggung jawab kami sebagai pemerintah," katanya.
Saparudin berharap kolaborasi antara BPJS Ketenagakerjaan dan Pemkot Pangkalpinang tidak berhenti pada pelatihan. Ia mendorong adanya pendampingan lanjutan agar program ini benar-benar melahirkan unit usaha produktif yang berkelanjutan di masyarakat.
"Dengan adanya program ini, kita berharap perekonomian masyarakat semakin meningkat dan penerima manfaat bisa benar-benar menjadi lebih mandiri," tuturnya.
Melalui program PEKA, para penerima manfaat diharapkan bertransformasi dari sekadar penerima perlindungan sosial menjadi pelaku ekonomi yang berdaya, sekaligus mampu membuka lapangan kerja bagi lingkungan sekitarnya.