PANGKALPINANG — Perlawanan terhadap radikalisme digital di Bangka Belitung kini memakai pendekatan yang berbeda. Alih-alih sekadar sosialisasi formal, Satgaswil Kepulauan Bangka Belitung Densus 88 AT Polri mengajak generasi muda berkreasi melalui lomba video kreatif bertajuk "Merdeka Zaman Now: Merdeka dari Radikalisme Digital pada Anak dan Remaja".
Kegiatan ini merupakan sinergi antara Densus 88 AT Polri, Polda Kepulauan Bangka Belitung, dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Lomba tersebut dihelat untuk menyambut peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kelompok anak dan remaja dinilai paling rentan terpapar konten negatif di dunia maya. Penyebaran paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme (IRET) kini banyak menyasar ruang digital yang setiap hari diakses oleh pelajar.
Melalui lomba ini, Densus 88 berupaya membalik arah ancaman tersebut menjadi energi kreatif. Para peserta diajak untuk memproduksi konten positif yang mampu menangkal narasi-narasi radikal di platform digital.
Pendekatan ini dipilih karena dianggap lebih relevan dengan keseharian generasi muda dibandingkan ceramah atau penyuluhan konvensional. Video kreatif menjadi medium yang akrab dan efektif untuk menyampaikan pesan perdamaian.
Dengan melibatkan anak muda dalam proses produksi konten, diharapkan muncul kesadaran kritis sejak dini. Mereka tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga garda terdepan dalam menjaga ruang digital tetap sehat dan damai.
Kolaborasi antara aparat penegak hukum dan pemerintah daerah ini menegaskan bahwa isu radikalisme digital adalah tanggung jawab bersama. Momentum HUT ke-81 RI dijadikan landasan untuk menanamkan nilai kebangsaan melalui medium yang digemari anak muda.
Kegiatan ini diharapkan mampu menekan laju penyebaran paham ekstrem di kalangan pelajar di Pangkalpinang dan sekitarnya. Ke depan, pola kreatif serupa berpotensi diperluas ke kabupaten dan kota lain di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.