KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Menteri Perdagangan Budi Santoso mengonfirmasi kerusakan melanda sejumlah fasilitas perdagangan pascagempa, salah satunya Pasar Inpres Ruteng di Kabupaten Manggarai yang kondisi strukturnya dinilai membahayakan. Bangunan pasar yang tiangnya rusak itu untuk sementara dilarang digunakan hingga proses perbaikan dan pemeriksaan keamanan tuntas dilakukan.
"Setelah kita identifikasi memang ada empat pasar yang mengalami rusak, (termasuk) Pasar Inpres Ruteng di Manggarai. Kami sudah koordinasi dengan pemerintah daerah, karena banyak tiangnya yang rusak. Jadi kita minta untuk tidak digunakan dulu," ujar Budi dalam keterangan tertulisnya, Senin (17/8/2026).
Fokus utama pemerintah saat ini bukan hanya pada perbaikan fisik bangunan, tetapi juga memastikan rantai pasok kebutuhan sehari-hari warga yang mengungsi tidak terputus. Kemendag telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat serta pelaku usaha untuk memetakan jalur distribusi alternatif.
Budi menuturkan, pihaknya telah menghubungi distributor di provinsi terdekat untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan pangan di lokasi bencana. Langkah ini dinilai krusial mengingat 9.963 warga harus mengungsi dan akses mereka ke pusat perbelanjaan menjadi terbatas.
"Kami juga sudah koordinasi dengan para distributor, terutama distributor yang ada di wilayah lain di provinsi terdekat, di NTB, misalnya. Kita sudah koordinasi untuk dengan pelaku usaha agar tetap menjaga pasokan-pasokan terutama pasca bencana ini di NTT," jelasnya.
Kemendag memastikan para distributor telah menyatakan kesiapannya untuk bekerja sama menjaga ketersediaan stok. Pengawasan akan terus dilakukan bersama Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri (PDN) untuk memastikan tidak ada penyimpangan distribusi atau kenaikan harga yang merugikan korban bencana.
"Kami ingin memastikan kepada pelaku usaha yang mendistribusikan barang kebutuhan pokok ke wilayah di Manggarai atau di NTT agar ketersediaan bahan pokoknya terjamin, dan mereka (pelaku usaha) siap semua ya pada prinsipnya siap bekerja sama dengan pemerintah pusat dan juga dengan pemerintah daerah," kata Budi menegaskan.
Di tengah upaya pemulihan ekonomi, jajaran pegawai Kemendag menggalang dana internal yang berhasil mengumpulkan donasi sebesar Rp250 juta. Bantuan tersebut secara simbolis telah diserahkan kepada kantor penghubung NTT di Jakarta pada hari yang sama, bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan ke-81.
Budi menyebut penggalangan dana masih terus berjalan dan akan disalurkan kembali setelah terkumpul tambahan. "Hari ini kan kita memperingati Hari Kemerdekaan yang ke-81 (tahun), sekaligus kami sepakat dengan teman-teman (Kemendag), dengan adanya musibah atau bencana di NTT ini kita mengumpulkan dana dari tadi pagi sampai siang terkumpul Rp250 juta, dan langsung diserahkan ke kantor penghubung NTT yang ada di Jakarta," tuturnya.
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Minggu (16/8) malam, gempa yang berpusat di Kabupaten Nagekeo itu juga menyebabkan 199 orang luka-luka dan menimpa 1.528 kepala keluarga. Kerusakan pasar yang menjadi pusat aktivitas ekonomi menambah daftar panjang tantangan rehabilitasi pascabencana di wilayah tersebut.