Kementerian UMKM Siap Pasarkan Lada Putih Muntok ke 1.200 Restoran di 63 Negara, 1.300 Petani Babel Masuk Holding

Penulis: Afrizal Hidayat  •  Minggu, 16 Agustus 2026 | 19:26:01 WIB
Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM, Bagus Rachman, memastikan lada putih Muntok masuk daftar pemasok 1.200 restoran di 63 negara.

PANGKALPINANG — Kementerian Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) memastikan lada putih "Muntok White Pepper" asal Provinsi Kepulauan Bangka Belitung masuk dalam daftar pemasok kebutuhan 1.200 restoran yang tersebar di 63 negara. Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM, Bagus Rachman, mengungkapkan kerja sama ini berawal dari keluhan mitra restoran global yang kesulitan mendapatkan pasokan bumbu dan rempah berkualitas.

"Saat ini kita sudah bekerja sama dengan 1.200 resto di 63 negara dan saat ini mereka kekurangan bumbu dan rempah-rempah," kata Bagus Rachman di Pangkalpinang, Minggu.

Jaminan Sertifikat Indikasi Geografis Jadi Modal Utama

Bagus menilai lada putih asal Bangka Belitung memiliki daya saing kuat di pasar internasional karena telah mengantongi sertifikat resmi Indikasi Geografis (IG). Sertifikat ini menjadi jaminan otentisitas dan kualitas produk, sehingga membuka peluang besar untuk menembus pasar restoran kelas dunia.

"Kebutuhan bumbu masak berupa rempah-rempah seperti lada putih ini sangat besar sekali, namun belum ada yang mengakreditasi itu. Oleh karena itu, kami dari Kementerian UMKM selain memiliki program strategis holding UMKM juga mempunyai SAPA UMKM," ujarnya.

1.300 Petani Lada Masuk Holding Klaster Perkebunan

Dalam program strategis tersebut, Kementerian UMKM telah memasukkan 1.300 petani lada putih ke dalam holding UMKM klaster perkebunan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Para pelaku usaha ini didorong untuk segera mendaftarkan produknya melalui aplikasi SAPA UMKM.

SAPA merupakan sistem aplikasi pelayanan UMKM berbasis digital yang menyediakan layanan terpadu satu pintu. Melalui platform ini, pelaku usaha bisa mengakses verifikasi data, perizinan, pembiayaan, pembukuan digital, pelatihan, hingga pemasaran produk di pasar global.

"Kita berharap pelaku UMKM segera mendaftar di aplikasi SAPA ini, agar mendapatkan akses pembiayaan melalui kredit usaha rakyat (KUR) hingga pemasaran produk di pasar global," kata Bagus.

Ekspor Tembus Rp148,9 Miliar Hingga Juni 2026

Peluang pasar yang terbuka lebar ini sejalan dengan tren positif ekspor lada Bangka Belitung. Plt Deputi Karantina Tumbuhan Barantin, Dian S.R. Kusumastuti, menyebutkan hingga Juni 2026 ekspor lada telah mencapai 919,5 ton dengan nilai sekitar Rp148,9 miliar.

Volume tersebut meningkat 25,75 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang mencapai 731,2 ton. Sepanjang tahun 2025 lalu, total ekspor lada Bangka Belitung tercatat 1,37 ribu ton melalui 184 kali pengiriman dengan nilai sekitar Rp180 miliar. Negara tujuan utamanya meliputi Vietnam, Singapura, Jepang, Malaysia, dan Taiwan.

"Ini menunjukkan bahwa lada Bangka memiliki peluang untuk terus dikembangkan dan masuk ke pasar internasional. Tugas kita bersama adalah memastikan kualitas, standar, dan ketertelusurannya terpenuhi sehingga kepercayaan pasar terhadap lada Bangka semakin kuat," ujar Dian.

Reporter: Afrizal Hidayat
Sumber: babel.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top