BANGKA — Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kini memiliki sistem peringatan dini kebencanaan yang terintegrasi dengan data pengamatan satelit milik badan antariksa Amerika Serikat (NASA) dan satelit Himawari milik Jepang. Melalui portal www.babelsiaga.com, warga dapat mengakses informasi cuaca, memantau sebaran titik panas, serta melaporkan kejadian darurat tanpa perlu mengunduh aplikasi tambahan.
Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, mengatakan inisiatif ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana, khususnya karhutla yang kerap melanda wilayah tersebut. "Layanan ini dirancang untuk mempercepat penyampaian informasi, pelaporan kejadian darurat, serta deteksi dini kebakaran hutan dan lahan," ujarnya kepada awak media, Kamis (13/8/2026).
Salah satu fitur andalan dalam portal ini adalah pemantauan titik panas (hotspot) yang berlangsung selama 24 jam. Data yang dikirimkan oleh satelit riset NASA, seperti Aqua dan Terra, serta misi bersama SNPP dan NOAA, diolah dan ditampilkan dalam bentuk peta digital yang diperbarui secara berkala setiap 10 menit.
Masyarakat yang ingin mendapatkan peringatan lebih cepat dapat mengaktifkan fitur notifikasi pada menu "Titik Panas Satelit". Begitu fitur ini diaktifkan, pengguna akan menerima pemberitahuan di ponsel pintar mereka setiap kali terdeteksi adanya titik panas baru di wilayah Bangka Belitung. Dengan begitu, potensi kebakaran lahan bisa diketahui dan ditangani lebih awal sebelum meluas.
Selain berfungsi sebagai alat pantau, portal ini juga dirancang sebagai kanal pelaporan darurat yang efisien. Sistem dilengkapi dengan deteksi lokasi otomatis berbasis Global Positioning System (GPS). Saat warga membuat laporan, sistem akan langsung mengidentifikasi posisi pelapor dan meneruskan informasi tersebut kepada petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sesuai dengan wilayah kerja mereka.
Hidayat menambahkan, informasi pendukung kebencanaan lainnya juga tersedia dalam satu genggaman. Mulai dari prakiraan cuaca, potensi hujan harian, kondisi pasang surut air laut, hingga peta rawan bencana dapat diakses publik secara gratis.
Untuk memanfaatkan layanan ini, warga cukup mengikuti beberapa langkah mudah melalui peramban (browser) di ponsel masing-masing: