KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan intensitas kerja tinggi yang dialami para menteri Kabinet Merah Putih selama 21 bulan pemerintahannya. Pernyataan ini disampaikan dalam pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPD DPR RI 2026 di Kompleks Parlemen Senayan, Jumat (14/8/2026).
Menurut Prabowo, dalam kurun waktu 663 hari menjabat, pemerintahannya telah memutuskan dan menjalankan 121 kebijakan transformatif. Angka ini berarti rata-rata satu kebijakan strategis diputuskan setiap lima hari.
"Dalam 21 bulan, tepatnya 663 hari sampai hari ini, pemerintah yang saya pimpin telah memutuskan dan menjalankan 121 kebijakan-kebijakan transformatif untuk menyelesaikan masalah-masalah negara," ujar Prabowo dalam pidatonya.
Prabowo menjelaskan, sebagian besar masalah yang ditangani merupakan persoalan yang telah mengendap selama puluhan tahun. Kondisi ini menuntut kerja ekstra dari para pembantunya di kabinet.
"Demikian kerasnya menteri-menteri saya dan pembantu-pembantu saya telah bekerja. Beberapa di antara mereka terpaksa masuk rumah sakit, ada yang pingsan, ada yang operasi, banyak yang kecapean," ungkap Prabowo.
Presiden mengaku telah berkomunikasi dengan para menterinya terkait kondisi tersebut. Ia berjanji memberikan kompensasi berupa waktu istirahat yang lebih panjang di sisa masa jabatannya.
"Saya berjanji kepada mereka bahwa dalam sisa masa jabatan saya ini, saya akan memberi lebih banyak waktu istirahat untuk mereka," imbuhnya.
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo turut membacakan empat pedoman yang menjadi pegangan Kabinet Merah Putih dalam bekerja. Pedoman ini mencakup kepatuhan terhadap konstitusi hingga orientasi pelayanan kepada rakyat.
Pidato ini menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian Sidang Tahunan MPR yang digelar hari ini. Seluruh anggota DPR, DPD, serta jajaran pejabat tinggi negara hadir mengikuti jalannya sidang di Kompleks Parlemen Senayan.