PANGKALPINANG — Gubernur Kepulauan Babel Hidayat Arsani mengungkapkan rasa syukurnya atas apresiasi yang diberikan pemerintah pusat tersebut. Menurutnya, capaian ini bukan sekadar trofi, melainkan pengakuan atas kerja nyata jajarannya dalam memastikan fasilitas kesehatan (faskes) berdiri merata hingga ke pelosok desa.
"Penghargaan ini tentunya menjadi penyemangat untuk mempertahankan kinerja, memperkuat inovasi pelayanan publik, serta memastikan manfaat pembangunan fasilitas kesehatan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat," kata Hidayat Arsani di Pangkalpinang, Kamis.
Dalam kategori yang sama, posisi kedua ditempati Provinsi Sumatera Selatan dengan insentif Rp1,5 miliar. Adapun penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) M Tito Karnavian pada Selasa (11/8) lalu.
Hidayat menegaskan bahwa dana insentif tersebut akan digunakan untuk semakin menggenjot kualitas pelayanan dasar di bidang kesehatan. Ia berkomitmen memperkuat inovasi yang sudah berjalan agar dampaknya nyata dirasakan warga Babel.
Penilaian kategori ini tidak sederhana. Pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan mengukur sejumlah indikator strategis yang menjadi tolok ukur keberhasilan daerah dalam mengelola sektor kesehatan.
Beberapa indikator yang dinilai meliputi akses masyarakat terhadap layanan kesehatan, tingkat kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), hingga ketersediaan sanitasi layak. Selain itu, kelengkapan fasilitas kesehatan sesuai standar dan pelaksanaan pemeriksaan kesehatan gratis juga menjadi perhatian utama.
Yang tak kalah penting, inovasi pemerintah daerah dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang inklusif dan berdampak nyata bagi masyarakat turut menentukan peringkat. Hal ini menunjukkan bahwa penilaian tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada kualitas interaksi antara pelayanan dan pasien.
Mendagri M Tito Karnavian menyampaikan bahwa pemberian apresiasi ini merupakan bentuk penghargaan sekaligus dorongan bagi daerah untuk terus berbenah. Program ini dirancang sebagai keseimbangan antara evaluasi kinerja dan pemberian insentif bagi daerah yang menunjukkan hasil terbaik.
"Ini dalam rangka memberikan penghargaan kepada kepala daerah yang berprestasi," ujarnya.
Tito menambahkan, apresiasi pada putaran kedua di wilayah Sumatra ini mencakup beberapa kategori strategis. Selain kesehatan, kategori lain yang dinilai meliputi pengelolaan sampah dan lingkungan asri, akses penduduk terhadap layanan pendidikan, serta implementasi Program 3 Juta Rumah.
"Penghargaan ini diharapkan menjadi motivasi bagi pemerintah daerah untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas pelayanan publik. Bagi yang belum beruntung, masih ada putaran berikutnya. Yang sudah berhasil diharapkan bisa lebih baik lagi,” katanya.