JAKARTA — Rencana pemanggilan tersebut diungkapkan Ketua DPRD Babel, Didit Srigusjaya, usai pertemuan dengan jajaran Kementerian Pertanian. Ia mengatakan, dalam pertemuan dengan perusahaan sawit nanti, aparat penegak hukum termasuk kepolisian juga akan diundang.
“Alhamdulillah, respons dari Kementerian Pertanian sangat cepat. Insya Allah pada pekan depan Bapak Menteri akan mengundang perusahaan pabrik kelapa sawit se-Indonesia. Dalam pertemuan itu juga akan diundang aparat penegak hukum, termasuk unsur kepolisian,” ujar Didit.
Persoalan utama yang mendorong langkah ini adalah harga TBS di tingkat petani di Bangka Belitung yang terus tertekan. Kondisi ini membuat pendapatan petani sawit, yang menjadi salah satu tumpuan ekonomi di provinsi tersebut, merosot tajam.
“Kami sudah menyampaikan secara langsung kondisi harga sawit di Bangka Belitung,” tegas Didit.
Dalam audiensi tersebut, DPRD Babel tidak hanya menyoroti harga. Mereka juga menyampaikan keluhan petani soal sulitnya mendapatkan pupuk. Selain itu, DPRD mendesak agar penetapan harga TBS mengacu pada Peraturan Menteri Pertanian Nomor 13 Tahun 2024.
Aturan tersebut mengklasifikasikan harga berdasarkan status kemitraan petani. Ada perbedaan mekanisme penetapan harga antara petani mitra dan nonmitra yang dinilai lebih adil.
“Kami berharap Dinas Pertanian dan Perkebunan dapat menentukan harga TBS sesuai regulasi yang ada. Dalam aturan tersebut terdapat klasifikasi antara sawit petani mitra dan nonmitra sehingga terdapat mekanisme penetapan dua kategori harga yang lebih adil,” jelas Didit.
DPRD Babel tidak hanya berhenti pada level advokasi di kementerian. Ke depan, mereka akan berkoordinasi dengan Kepolisian Daerah dan Kejaksaan Tinggi setempat untuk memastikan setiap kesepakatan yang dihasilkan benar-benar dijalankan oleh seluruh pihak terkait, terutama perusahaan perkebunan.
“Kita berharap pertemuan yang akan digelar kementerian pada pekan depan dapat memberikan kebahagiaan bagi petani sawit se-Indonesia, terutama petani sawit di Bangka Belitung yang saat ini sangat terdampak oleh rendahnya harga TBS,” pungkas Didit.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut Wakil Ketua DPRD Babel Eddy Iskandar dan Edi Nasapta, serta anggota DPRD Babel Elvi Diana dan Me Hoa.