TEMPILANG — Api mulai berkobar dari kamar depan rumah milik Bahud sekitar pukul 10.45 WIB. Material bangunan yang dominan kayu membuat kobaran cepat merambat, tak terkecuali ke kendaraan yang terparkir di depan rumah. Personel Polsek Tempilang bersama warga setempat berjibaku memadamkan api secara manual menggunakan ember dan air seadanya.
Kasi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso menyatakan bahwa personel Polsek Tempilang tiba di lokasi tak lama setelah laporan diterima. “Prioritas utama kami adalah keselamatan warga serta mencegah api meluas ke rumah-rumah di sekitar lokasi,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis.
Di tengah minimnya infrastruktur pemadam kebakaran profesional di kawasan perdesaan, aparat dan warga bahu-membahu mengangkut air secara manual. Kerja sama ini menjadi kunci agar kobaran tak merembet ke bangunan tetangga yang juga sebagian besar berbahan kayu.
Berdasarkan pendataan sementara di lapangan, api diduga berasal dari sisa racun nyamuk bakar yang berada di kamar depan rumah dan tidak dimatikan dengan sempurna. Api kemudian menjilat material mudah terbakar di sekitarnya, termasuk furnitur kayu dan barang rumah tangga, hingga meluas ke luar bangunan.
Petugas juga berkoordinasi dengan pihak PLN untuk memutus aliran listrik di sekitar lokasi. Langkah ini dilakukan guna menghindari risiko korsleting tambahan atau bahaya kesetrum saat proses pemadaman berlangsung.
Kobaran api berhasil dipadamkan sekitar pukul 11.50 WIB, atau sekitar satu jam setelah pertama kali dilaporkan. “Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Anggota masih melakukan pendalaman terkait penyebab kebakaran,” kata Yos Sudarso.
Polres Bangka Barat masih melakukan pendataan dan meminta keterangan sejumlah saksi untuk memastikan penyebab pasti kebakaran. Investigasi lanjutan akan menentukan apakah terdapat unsur kelalaian dalam insiden ini.