Elon Musk Hadapi Tekanan soal Rencana Merger Tesla-SpaceX, Riset Ungkap Tenaga Surya Skala Besar Tak Sebabkan Konflik

Penulis: Nofrizal Hasan  •  Jumat, 29 Mei 2026 | 23:49:01 WIB
Elon Musk menghadapi tekanan terkait rencana merger Tesla dan SpaceX yang menuai kekhawatiran benturan kepentingan.

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Laporan dari Electrek mengungkap bahwa wacana penggabungan Tesla (TSLA) dengan SpaceX akan menjadi langkah bisnis kontroversial lainnya bagi Musk. Sebelumnya, ia telah terlibat dalam tiga transaksi senilai miliaran dolar yang melibatkan perusahaannya sendiri, seperti akuisisi SolarCity oleh Tesla pada 2016. Kekhawatiran muncul terkait potensi benturan kepentingan dan dampaknya terhadap pemegang saham minoritas.

Karyawan Tim Pelabelan Data Tesla Sendiri Tak Percaya FSD

Tekanan terhadap Musk tidak hanya datang dari isu merger. Reuters melaporkan bahwa tim pelabelan data internal Tesla, yang bertugas melatih sistem kecerdasan buatan untuk Full Self-Driving (FSD), justru tidak mempercayai keandalan fitur tersebut. Mereka meragukan data statistik keselamatan yang dikeluarkan perusahaan.

“Tesla’s own AI trainers don’t trust ‘Full Self-Driving’ or its safety stats,” demikian bunyi laporan tersebut. Temuan ini menjadi ironi besar karena FSD adalah andalan masa depan bisnis Tesla dan sering dipromosikan sebagai teknologi otonom paling canggih.

Waymo Gen-6 Mulai Beroperasi, Lebih Murah dan Andal

Sementara Tesla masih bergulat dengan masalah internal, kompetitor Waymo justru melangkah maju. Waymo baru saja meluncurkan layanan robotaxi generasi keenam di Ojai, California. Sistem penggerak otonom terbaru ini diklaim memiliki perangkat keras yang lebih sederhana dan murah, namun tetap andal di berbagai kondisi cuaca.

Studi Membantah Mitos Penolakan Proyek Tenaga Surya Skala Besar

Di tengah hiruk-pikuk berita tentang Tesla dan SpaceX, muncul temuan menarik dari dunia energi bersih. Sebuah studi komprehensif mengungkap bahwa sebagian besar proyek tenaga surya skala utilitas di Amerika Serikat tidak menghadapi perlawanan berarti dari masyarakat sekitar. Hal ini membantah narasi populer yang menyebut proyek energi terbarukan selalu ditolak warga karena alasan estetika atau lingkungan.

Studi ini menjadi kabar baik bagi industri energi surya yang terus berkembang. Temuan ini menunjukkan bahwa kekhawatiran akan konflik lahan dan penolakan publik mungkin lebih bersifat lokal dan tidak mewakili gambaran nasional.

GM Energy Masuk Pasar Penyimpanan Energi Rumah Tangga

Episode Quick Charge edisi ini juga disponsori oleh GM Energy, divisi baru General Motors yang fokus pada solusi energi rumah tangga. Mereka memperkenalkan GM Energy Home System, paket baterai stasioner untuk cadangan daya rumah. Ada pula GM Energy PowerBank yang menyimpan listrik dari jaringan PLN untuk digunakan saat tarif tinggi atau listrik padam.

Langkah GM ini menandai semakin ketatnya persaingan di pasar energi rumah tangga, yang selama ini didominasi oleh Tesla Powerwall. Bagi konsumen, kehadiran lebih banyak pemain berarti lebih banyak pilihan dan potensi harga yang lebih kompetitif.

Reporter: Nofrizal Hasan
Sumber: electrek.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top