BANGKA — Ratusan pelajar dan mahasiswa memadati Gedung Graha Maras untuk mengikuti seminar yang digagas Kampus ISB Atma Luhur Belinyu. Acara bertajuk “Membela Generasi Muda Sebagai Agen Perubahan: Berkarakter, Literasi Digital dan Inovatif Dalam Menjaga Stabilitas Nasional Menuju Indonesia Emas” ini turut dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Bangka serta Kapolda Bangka.
Dalam arahannya, Brigjen Murry menekankan bahwa persaingan di era global menuntut lebih dari sekadar kemampuan teknis. Ia menyebut tiga faktor penentu keberhasilan generasi muda: kemampuan, karakter, dan pengetahuan.
“Kemampuan, karakter dan pengetahuan menjadi faktor utama yang sangat penting dalam menentukan bagaimana generasi muda mampu meraih cita-citanya dalam menghadapi perkembangan zaman. Hal ini untuk mewujudkan generasi muda yang berkarakter dan berprestasi menuju Indonesia Emas,” ujar jenderal bintang satu Polri itu.
Wakapolda Babel mengingatkan agar arus digitalisasi tidak hanya dijadikan tren konsumen semata. Menurutnya, generasi muda wajib memiliki benteng moral yang kuat agar tidak tergerus dampak negatif teknologi.
Ia berharap para pelajar dan mahasiswa di Kabupaten Bangka tidak sekadar paham perkembangan digital, tetapi juga memiliki karakter dan integritas yang kokoh. Semangat nasionalisme dan cinta tanah air, kata Murry, harus tertanam dalam keseharian mereka.
“Generasi muda harus mampu memberikan kontribusi positif bagi pembangunan bangsa dan negara, serta turut serta menjaga stabilitas nasional melalui ruang digital yang sehat dan inovatif,” tambahnya.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif dan tanya jawab antara Wakapolda Babel dengan para peserta. Para pelajar dan mahasiswa tampak antusias mengikuti kegiatan hingga akhir, menandakan tingginya minat terhadap isu literasi digital di kalangan anak muda Bangka.